IDPRO Ungkap Industri AI Data Center Kekurangan Tenaga Kerja

Share

Pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau AI Data Center di Indonesia menghadapi kendala kelangkaan sumber daya manusia yang kompeten di tengah potensi penyerapan ribuan tenaga kerja baru. Kelangkaan ini terjadi karena industri belum didukung oleh program pendidikan khusus pusat data, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Senin (6/7/2026).

Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO) mencatat satu proyek pusat data berskala besar berkapasitas sekitar 500 megawatt di Bekasi dan Cikarang dapat menyerap 1.600 hingga 2.000 pekerja konstruksi. Kebutuhan tersebut dipastikan akan terus meningkat seiring lonjakan investasi dan ekspansi infrastruktur digital di tanah air.

Head of Talent Development & Industry Certification IDPRO Erick Hadi menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja ini mencakup fase pembangunan hingga operasional jangka panjang.

"Itu baru tahap pembangunan. Setelah selesai dibangun masih dibutuhkan tenaga kerja untuk operasional, maintenance, sampai ekosistem pendukung lainnya," ujar Erick Hadi, Head of Talent Development & Industry Certification IDPRO.

Kebutuhan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari operator, vendor, kontraktor, hingga penyedia jasa outsourcing khusus. Secara global, industri ini memerlukan 300 ribu pekerja tambahan hingga 2030, sementara Indonesia diproyeksikan membutuhkan sedikitnya 6.000 tenaga kerja baru per tahun jika mengacu pada target 1% dari program 9 juta talenta digital pemerintah.

"Sampai hari ini belum ada jurusan khusus data center. Selama ini industri mengambil lulusan teknik elektro, teknik mesin, maupun teknik informatika, tetapi jumlahnya masih sangat kecil," kata Erick Hadi.

Erick menambahkan bahwa minat generasi muda saat ini cenderung bergeser ke bidang pembuatan konten atau pemrogram kecerdasan buatan. Padahal, seluruh ekosistem digital tersebut tetap membutuhkan fondasi fisik berupa infrastruktur pusat data.

"Orang banyak bicara AI sebagai tools, cloud computing, atau cybersecurity. Padahal semuanya berjalan di atas data center. Cloud itu sebenarnya berada di data center," ujar Erick Hadi.

Peningkatan kapasitas sektor pendidikan dan percepatan pengembangan talenta lokal menjadi faktor krusial saat ini. Langkah ini diperlukan agar Indonesia tidak sekadar menjadi lokasi tujuan investasi, tetapi juga mampu memasok tenaga kerja yang sesuai dengan standar kebutuhan industri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author