Hindari 5 Makanan dan Minuman Ini untuk Mencegah Hipertensi
Menjaga tekanan darah tetap stabil memerlukan perhatian khusus terhadap asupan makanan sehari-hari. Beberapa jenis makanan dan minuman diketahui dapat memperburuk kondisi tekanan darah sehingga perlu dihindari.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi harus dikontrol karena berisiko memicu kerusakan permanen pada dinding pembuluh darah. Salah satu faktor pemicu utamanya adalah gaya hidup, terutama kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung kadar garam tinggi.
Asupan garam yang tinggi terbukti dapat mengganggu vasodiliatasi atau menghambat pembuluh darah untuk mengembang saat mengalirkan darah. Selain natrium, unsur lain seperti lemak jenuh, kolesterol, dan gula tambahan juga memiliki kaitan erat dengan hipertensi.
Perubahan gaya hidup menjadi langkah penting untuk mempertahankan tekanan darah dalam batas normal. Dilansir dari Detik Food yang mengutip Money Talk News, berikut adalah daftar makanan dan minuman yang harus dihindari demi mencegah hipertensi.
Roti tawar putih merupakan salah satu sumber yang menyimpan natrium tersembunyi. Zat ini umumnya digunakan oleh produsen untuk mendukung proses fermentasi ragi sekaligus meningkatkan kualitas tekstur roti.
Satu lembar roti dapat menyimpan kandungan natrium antara 80 hingga 230 miligram. Konsumsi roti dalam jumlah banyak dapat mempercepat peningkatan total asupan kalori harian seseorang.
Kadar natrium yang berlebihan akan menarik cairan ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan retensi air. Kondisi tersebut memaksa jantung bekerja lebih keras sehingga memicu kenaikan tekanan darah. Pilihan terbaik adalah beralih ke roti gandum yang kaya serat tanpa pemanis buatan.
2. Keju
Jenis keju tertentu, seperti keju cottage, mendapatkan tambahan garam secara sengaja selama proses produksi. Garam berfungsi membantu pembentukan dadih, memberikan rasa gurih, mengawetkan produk, serta mengontrol kelembapan dan bakteri baik.
Setengah cangkir atau sekitar 113 gram keju cottage standar mengandung natrium berkisar 350 mg. Jumlah ini berisiko memicu penahanan cairan tubuh dan menaikkan tekanan darah.
Keju juga memiliki kandungan lemak yang tinggi sehingga berpotensi memicu kenaikan berat badan dengan cepat. Berat badan berlebih menambah beban kerja jantung dan organ tubuh lainnya, yang kemudian memicu hipertensi serta penyakit kardiovaskular. Sebagai alternatif, konsumsilah keju rendah lemak seperti swiss, mozzarella segar, atau ricotta.
3. Daging Olahan
Daging olahan seperti sosis dan bacon menjadi opsi makanan yang praktis, namun harus dihindari demi mencegah masalah hipertensi. Berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), satu lembar daging olahan mengandung sekitar 123 miligram natrium.
Tingginya kadar garam dalam daging olahan mampu mengikat air di dalam tubuh. Dampaknya, volume darah akan meningkat dan memberikan tekanan yang berlebihan pada bagian dinding pembuluh darah.
Selain natrium, daging olahan juga menyimpan lemak jenuh serta zat pengawet berupa nitrat. Kandungan-kandungan ini dapat memicu peradangan di dalam tubuh sekaligus merusak elastisitas pembuluh darah.
4. Minuman Bersoda
Minuman bersoda mengandung kombinasi kafein dan natrium yang menjadi ancaman besar bagi kestabilan tekanan darah. Minuman ini juga sering menggunakan tambahan sirup jagung atau fruktosa tinggi dalam proses pembuatannya.
Sejumlah uji klinis menunjukkan bahwa kandungan fruktosa tersebut dapat menaikkan tekanan darah, bahkan pada individu muda yang sehat. Fruktosa memiliki kecenderungan untuk meningkatkan resistensi perifer total, sehingga tubuh memerlukan tenaga lebih besar untuk mengalirkan darah.
5. Alkohol
Konsumsi alkohol sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari berkaitan erat dengan peningkatan risiko terkena hipertensi. Para pakar menduga zat ini meningkatkan tekanan darah melalui mekanisme peningkatan denyut jantung, volume stroke, dan penyempitan pembuluh darah.
Alkohol mampu merangsang pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, serta memicu zat pengatur pembuluh darah bernama renin. Akibatnya, pembuluh darah akan menyempit dan jantung dipaksa memompa darah dengan lebih keras, yang berisiko merusak organ dalam serta menaikkan potensi stroke.
American Heart Association memberikan rekomendasi untuk membatasi konsumsi alkohol harian. Batas maksimal yang disarankan adalah tidak lebih dari dua minuman per hari bagi pria dan satu minuman per hari bagi wanita.