Harga Suku Cadang Honda Naik Imbas Pelemahan Rupiah

Share

Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak pada sektor otomotif. Komponen suku cadang di bengkel resmi Honda kini mengalami penyesuaian harga.

Dilansir dari Detik Oto, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku main dealer Honda di wilayah Jakarta dan Tangerang mencatat lonjakan harga komponen tersebut hingga belasan persen.

Head of Part Main Dealer (PMD) PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Henry Tulus menjelaskan, harga suku cadang resmi Honda naik hingga 15 persen semenjak nilai tukar rupiah menurun.

"Dampak lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memang memengaruhi penyesuaian harga beberapa kebutuhan perawatan kendaraan, termasuk spare part dan oli, dengan kisaran kenaikan rata-rata sekitar 10-15 persen," ujar Henry Tulus kepada detikOto, dikutip Sabtu (13/6).

Meskipun terjadi lonjakan harga, tingkat pembelian dari pemilik kendaraan dilaporkan tidak mengalami penurunan. WMS mengklaim bahwa permintaan pasar terhadap komponen orisinal masih berada di posisi yang aman.

"Meski demikian, hingga saat ini kami belum melihat adanya penurunan permintaan dari konsumen terhadap kebutuhan sparepart di jaringan AHASS. Penjualan sparepart dari Main Dealer ke AHASS maupun dari AHASS ke konsumen masih berada dalam kondisi yang stabil," tuturnya.

Menurut penjelasan Henry, suku cadang merupakan kebutuhan utama bagi para pemilik sepeda motor. Pergantian komponen secara berkala tetap harus dilakukan terlepas dari kondisi perubahan harga yang terjadi.

Selain itu, aspek jaminan keaslian serta standar kualitas yang tinggi menjadi alasan utama konsumen tetap memilih produk orisinal demi menjaga performa kendaraan mereka.

"Di tengah kondisi ekonomi saat ini, konsumen justru makin lebih selektif. Konsumen cenderung memilih melakukan pembelian di AHASS karena lebih terjamin keaslian dan kualitas produknya melalui Honda Genuine Parts (HGP)," ungkapnya.

"Hal ini menjadi penting untuk menghindari risiko penggunaan sparepart tidak asli yang berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar pada kendaraan," kata dia menambahkan.

Pergerakan nilai tukar mata uang asing belakangan ini menempatkan posisi 1 dolar AS berada pada rentang Rp 17 ribu sampai Rp 18 ribu. Lonjakan ini memicu kenaikan harga mengingat sebagian material dan bahan baku komponen masih didatangkan melalui skema impor.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author