Danantara Libatkan Gojek dan Grab dalam Proyek Motor Listrik Nasional
Danantara Indonesia melibatkan Gojek, Grab, dan perusahaan logistik dalam proyek Motor Listrik Nasional (Molinas) untuk membangun ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh, kata Managing Director Ardy Muawin pada 20 Agustus 2026 di Jakarta.
Diskusi dengan Gojek dan Grab mengungkap pengemudi motor listrik dapat menghemat biaya operasional Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per hari dibanding motor bensin. Penghematan tersebut bisa mencapai Rp500 ribu per bulan jika digunakan 25 hari kerja, ujar Ardy.
Ardy menambahkan hambatan utama adopsi motor listrik adalah masalah teknis seperti kualitas mesin dan daya baterai, yang kini mulai diatasi oleh produsen. Selain itu, kesulitan pembiayaan juga menjadi kendala, terutama karena pengemudi kesulitan mendapat kredit akibat syarat SLIK OJK.
Menurut Ardy, pengemudi ojek online dengan status bintang lima memiliki risiko kredit rendah. Sistem penonaktifan motor otomatis saat cicilan menunggak dan skema cicilan harian dapat menurunkan risiko dan biaya pembiayaan, katanya.
Ardy mengkritik perbedaan bunga kredit motor yang mencapai 30-40 persen, jauh lebih tinggi dibanding kredit mobil yang sekitar 12 persen. Praktik dealer yang mengejar bonus penjualan kredit turut memberatkan konsumen.
Untuk mengatasi hal ini, Danantara menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyusun ulang struktur pembiayaan agar harga motor listrik lebih terjangkau dan permintaan pasar meningkat, tambah Ardy.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengingatkan perlunya kebijakan insentif yang transparan dan adil agar tidak menimbulkan persaingan usaha yang timpang di industri motor listrik. Ketua KPPU Gopprera Panggabean menekankan subsidi harus proporsional dan non-diskriminatif.
Gopprera juga menyoroti hambatan masuk bagi pemain baru, seperti persyaratan TKDN dan akses baterai, yang lebih mudah dipenuhi perusahaan besar. Hal ini berisiko membuat dominasi perusahaan besar dan menyisihkan usaha kecil dan pendatang baru.
KPPU mendorong ekosistem motor listrik yang terbuka dan interoperabel, serta memperkuat akses pembiayaan agar pelaku usaha dengan skala berbeda dapat bersaing secara sehat. Konsumen harus merasakan manfaat berupa harga kompetitif, variasi produk, dan keamanan baterai, ujar Gopprera.
Pemerintah meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) pada 13 Agustus 2026 di fasilitas PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, Bekasi. Molinas bertujuan membangun ekosistem manufaktur, komponen, baterai, infrastruktur pengisian, pembiayaan, distribusi, hingga layanan purnajual.
Penjualan motor listrik saat ini baru sekitar 1 persen dari total penjualan motor nasional yang mencapai 6-7 juta unit per tahun. Pemerintah menargetkan produksi motor listrik nasional meningkat dari 20.000 unit menjadi 200.000 unit untuk memenuhi target 2 juta unit pada masa depan.
Presiden Prabowo Subianto menyebut pendekatan "Indonesia Incorporated" dengan melibatkan BUMN, swasta, akademisi, riset, dan perbankan sebagai kunci pengembangan industri kendaraan listrik nasional mulai dari roda dua hingga roda empat.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan dengan bunga rendah, tenor panjang, dan hapus uang muka agar konsumen lebih mudah beralih ke motor listrik. Himbara siap mendukung skema pembiayaan tersebut, ujar Danantara.
Pengembangan kendaraan listrik diharapkan dapat mengurangi konsumsi BBM dan impor minyak, serta menghemat subsidi BBM hingga Rp82,2 triliun selama 2027-2037. Program ini diproyeksikan memberi nilai ekonomi Rp150 triliun dan menciptakan 215.000 lapangan kerja pada 2026-2031.