Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Ketegangan AS dan Iran Mereda
Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan menyusul laporan kesepakatan penghentian aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran setelah eskalasi militer yang mengenai sebuah kapal tanker minyak mentah Qatar di dekat Selat Hormuz pada Senin, 29 Juni 2026.
Lonjakan harga sempat membuat minyak Brent naik 1,9 persen ke level US$73,39 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$70 per barel, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
Aksi militer akhir pekan lalu dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat ke beberapa target militer Iran setelah Teheran dituduh menyerang kapal tanker di pelayaran vital tersebut. Kedua belah pihak kini dilaporkan sepakat menggelar pertemuan darurat pada hari Selasa di Doha, Qatar, menurut laporan Axios dari sumber pejabat Amerika Serikat.
Insiden tersebut menargetkan kapal tanker sangat besar (VLCC) Kiku yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah, dengan posisi terakhir mengirimkan sinyal di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab dalam status tidak dapat dikendalikan. Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan pelayaran komersial tetap berlangsung pada Sabtu, meskipun sejumlah pemilik kapal tanker masih berhati-hati dan menunda keluar dari kawasan Teluk Persia.
Pergerakan pasar global ini dinilai oleh para analis komoditas masih bersifat sementara di tengah situasi geopolitik yang belum sepenuhnya stabil.
"Pasar kini semakin nyaman memandang pergerakan ini sebagai sesuatu yang bersifat taktis, bukan struktural," kata Chief Investment Officer Karobaar Capital LP yang berbasis di Chicago, Haris Khurshid.
Ia menambahkan bahwa selama tidak ada perubahan yang benar-benar mendasar, para pelaku pasar akan terus memanfaatkan baik reli maupun penurunan harga. Pada pukul 06.38 waktu Singapura, minyak Brent untuk pengiriman Agustus tercatat naik 1 persen menjadi US$72,68 per barel, sedangkan minyak WTI menguat 1,3 persen ke posisi US$70,15 per barel.