Harga Minyak Dunia Menguat Menjelang Perundingan Amerika Serikat dan Iran
Harga minyak dunia mempertahankan penguatan menjelang rencana perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6/2026), di tengah munculnya sinyal-sinyal kontradiktif dari kedua negara yang memicu keraguan pasar atas kelanjutan fase negosiasi.
Penguatan ini terjadi setelah minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$70 per barel dengan kenaikan sebesar 2,2 persen pada Senin (29/6/2026), seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa Teheran akan tetap melanjutkan rencana untuk mengawasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz secara mandiri apabila Oman tidak tertarik untuk melakukannya bersama-sama. Di sisi lain, Washington menjadwalkan roda perundingan dimulai hari Selasa, namun Kementerian Luar Negeri Iran melalui saluran Telegram resmi menyatakan hanya mengirim delegasi ahli dan menutup pintu untuk negosiasi langsung dengan AS.
Berdasarkan kesepakatan sementara, Iran diatur tidak menarik biaya tol selama 60 hari, tetapi membuka peluang bagi kapal dagang untuk membayar biaya tertentu setelah periode tersebut berakhir yang ditentang keras oleh AS, Eropa, dan negara Teluk Arab. Meskipun lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sempat melambat sepanjang akhir pekan kemarin akibat ketegangan konflik yang menyasar dua kapal, saat ini perusahaan kapal tanker beserta kru dilaporkan mulai bersedia kembali mengarungi jalur vital tersebut.
"Pasar cenderung bergerak berdasarkan psikologi jangka pendek," ujar Eric Van Nostrand, Chief Investment Officer di Lazard.
Menurut penjelasan Eric Van Nostrand dalam wawancara bersama Bloomberg TV pada Senin, sentimen positif mengenai lalu lintas di Selat Hormuz yang membaik dibandingkan pekan-pekan sebelumnya telah mendorong banyak pihak melakukan posisi spekulatif untuk mengincar harga minyak yang lebih murah. Saat ini, harga komoditas yang melintasi Selat Hormuz diharapkan segera pulih mendekati volume normal, di mana sebelum konflik pecah, jalur sempit tersebut mengangkut sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global.
Pada pergerakan pasar pukul 06.42 waktu Singapura, harga WTI untuk pengiriman Agustus turun 0,6 persen menjadi US$70,32 per barel, sementara minyak Brent untuk pengiriman Agustus ditutup naik 1,6 persen ke level US$73,15 per barel pada hari Senin.