Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Esalasi Konflik AS dan Iran
Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 3 persen pada Rabu (22/7) akibat ancaman militer Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap infrastruktur Iran serta gangguan jalur pelayaran. Lonjakan ini membuat bursa minyak mencatatkan kenaikan bulanan melebihi 20 persen, seperti dilansir dari Detik Finance.
Kenaikan tersebut mencatatkan harga minyak mentah jenis Brent ditutup pada level US$ 94,07 per barel. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate AS menguat ke posisi US$ 86,83 per barel di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik kedua negara.
Ancaman dari Gedung Putih muncul bersamaan dengan penilaian Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menganggap pihak lawan tidak beritikad baik dalam negosiasi. Ketegangan semakin meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan embargo kargo terhadap kapal yang memuat barang di pelabuhan Arab Saudi.
Langkah embargo tersebut langsung mengancam jalur ekspor minyak cadangan Saudi yang sebelumnya dialihkan ke Laut Merah untuk menghindari Selat Hormuz. Di saat bersamaan, militer AS terus melancarkan serangan udara yang memasuki malam ke-11 berturut-turut.
Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa operasi militer menyasar pusat operasi, fasilitas maritim, hanggar pesawat, penyimpanan drone, hingga infrastruktur logistik Iran. Pengetatan arus minyak dan eskalasi di Laut Merah diproyeksikan para analis akan terus menahan harga minyak tetap tinggi di kisaran US$ 90 hingga US$ 100 per barel.