Harga Gas Alam Eropa Melonjak Akibat Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Share

Fluktuasi harga gas alam Eropa mengalami kenaikan menyusul awal perundingan yang kurang lancar antara Amerika Serikat dan Iran pada Senin, 22 Juni 2026, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Kontrak berjangka Belanda yang menjadi patokan harga gas Eropa diperdagangkan menguat 1,2 persen ke angka 42,60 euro per megawatt-hour di Amsterdam, setelah sebelumnya sempat melonjak hingga 3,9 persen akibat ancaman serangan baru dari Presiden AS Donald Trump. Ketegangan geopolitik dipicu klaim Iran yang menutup Selat Hormuz akhir pekan lalu, jalur laut vital yang memutus sekitar seperlima pasokan LNG global, di tengah upaya mediasi oleh Qatar dan Pakistan di Swiss guna menyepakati peta jalan damai dalam 60 hari.

Kondisi pasar kian tertekan akibat ledakan dan kebakaran di kompleks industri Ras Laffan, Qatar, yang melukai puluhan orang pada hari Minggu, bersamaan dengan prediksi gelombang panas di beberapa kota besar Eropa seperti London dan Paris yang diproyeksikan menaikkan konsumsi energi jangka pendek.

“Saat kita memasuki musim injeksi dan semakin dekat dengan musim dingin 2026/2027, pasar gas Eropa akan semakin sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah,” tulis ahli strategi ING Groep NV, Warren Patterson dan Ewa Manthey. Kedua analis tersebut menambahkan bahwa situasi terkini menunjukkan perundingan yang lebih permanen akan sulit dicapai di masa mendatang.

“Ketegangan baru-baru ini di kawasan tersebut menunjukkan bahwa “kesepakatan yang lebih permanen akan sulit dicapai, dengan risiko nyata terjadinya eskalasi konflik selama gencatan sejahtera 60 hari.”” kata Warren Patterson dan Ewa Manthey, ahli strategi ING Groep NV.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author