Harga Gandum Dunia Turun Imbas Optimisme Negosiasi Konflik Timur Tengah

Share

Harga gandum global diproyeksikan melanjutkan tren penurunan terpanjang sejak Januari seiring respons positif para pelaku pasar atas progres negosiasi penghentian konflik di Timur Tengah pada Selasa, 26 Mei 2026.

Penurunan harga komoditas pangan ini terjadi setelah pasar di Chicago Board of Trade kembali dibuka pascalibur Memorial Day di Amerika Serikat, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

Kontrak gandum paling aktif di Chicago tergelincir sampai 1,6 persen yang menandai penurunan selama empat sesi berturut-turut, diikuti pelemahan harga jagung sebesar 1 persen menjadi US$4,5850 per bushel dan kedelai yang merosot 0,5 persen.

Di Singapura, komoditas gandum mencatat penurunan 1,1 persen ke level US$6,39 per bushel pada pukul 10.07 pagi akibat sentimen positif pasar terhadap potensi kesepakatan damai dari konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Meskipun demikian, penurunan harga lebih lanjut tertahan oleh pulihnya harga minyak mentah menyusul laporan adanya serangan baru dari militer Amerika Serikat di wilayah Iran.

Pergerakan harga ini dipengaruhi oleh pernyataan dari pihak berwenang terkait perkembangan situasi politik dan militer di kawasan Selat Hormuz.

"berjalan dengan baik." kata Presiden AS Donald Trump, mengenai pembicaraan dengan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz.

Langkah pembukaan blokade selat strategis tersebut dinilai krusial guna memulihkan pasokan bahan bakar serta pupuk global, yang diprediksi akan mendorong produktivitas hasil panen biji-bijian secara global ke tingkat yang lebih tinggi.

Situasi memanas kembali setelah Komando Pusat AS mengonfirmasi gempuran terhadap situs peluncuran rudal dan kapal penanam ranjau milik Iran, yang memicu suara ledakan di dekat kota pesisir Sirik dan Jask.

Respons militer di kawasan selat tersebut memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar komoditas berjangka.

"Premi risiko perang ditambahkan kembali ke pasar," kata Joe Davis, direktur komoditas di perusahaan pialang Futures International LLC yang berbasis di Illinois.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author