Gempuran AS Lumpuhkan Operasional Bandara Bushehr dan Infrastruktur Iran

Share

Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Bandara Bushehr di wilayah barat daya negara tersebut tidak lagi mampu beroperasi akibat rentetan serangan rudal Amerika Serikat. Pernyataan resmi ini disampaikan setelah tim pejabat Teheran meninjau langsung kondisi fasilitas penerbangan tersebut pada Selasa, 28 Juli 2026.

Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan bahwa fasilitas vital di Provinsi Bushehr itu praktis kehilangan fungsinya untuk melayani penerbangan sipil usai hantaman amunisi militer Washington.

"Kami melihat puing-puing pesawat yang telah direkondisi dan dibeli untuk melayani masyarakat, namun pesawat itu hancur akibat hantaman langsung rudal, sehingga hanya menyisakan sebagian kecil pada bagian ekornya yang masih utuh," kata Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani.

Hasil peninjauan pemerintah menunjukkan tingkat kerusakan meluas ke berbagai titik infrastruktur publik dan sektor perekonomian warga di sekitar kawasan penerbangan.

"Kerusakan pada infrastruktur sipil dan properti pribadi sangat luas, memengaruhi segala hal mulai dari perahu nelayan hingga bisnis pariwisata," kata Fatemeh Mohajerani.

Aksi militer Amerika Serikat dilaporkan tidak hanya menyasar Bushehr, melainkan juga menghantam Bandara Internasional Bandar Abbas di Provinsi Hormozgan, Bandara Iranshahr di Sistan dan Baluchestan, Bandara Semnan, serta Pusat Meteorologi Bushehr.

Laporan pemerintah mencatat sekitar 350 pegawai pemerintah tewas selama eskalasi berlangsung. Selain itu, gelombang bombardir merusak stasiun kereta api utama di Bandar Abbas, 12 jembatan, serta dua terowongan di wilayah selatan dan timur laut Iran.

Kerusakan infrastruktur ini merupakan dampak perselisihan selama 13 hari sejak 11 Juli 2026 terkait hak navigasi di Selat Hormuz. Situasi keamanan di kawasan Teluk mulai mereda sejak Jumat, 24 Juli 2026, setelah kedua negara sepakat menangguhkan serangan udara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author