Gempa Kembar Guncang Venezuela Runtuhkan Sejumlah Bangunan
Dua gempa bumi kuat mengguncang Venezuela dalam waktu berdekatan pada Rabu (24/6/2026) malam sehingga merobohkan sejumlah bangunan di Caracas. Berdasarkan laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), getaran pertama berpusat di dekat San Felipe, disusul gempa kedua bermagnitudo 7,5 di dekat Yumare dalam selisih waktu 39 detik.
Peristiwa alam ini dikategorikan sebagai salah satu gempa bumi terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir. Guncangan keras tersebut memicu kerusakan luas di beberapa wilayah, terutama di ibu kota negara, Caracas.
Pihak USGS memproyeksikan dampak masif dari bencana kembar ini. Lembaga tersebut memperkirakan adanya potensi korban jiwa yang tinggi serta kerusakan infrastruktur yang meluas di berbagai area terdampak.
"High casualties and extensive damage are probable and the disaster is likely widespread," tulis USGS dalam situs resminya.
Pemerintah Venezuela langsung mengambil langkah cepat merespons situasi darurat ini. Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengumumkan pemberlakuan status darurat nasional serta penutupan bandara di Caracas akibat kerusakan parah.
"This is one of the really great, very difficult, very damaging earthquakes, because you combined a very large event with residences of a lot of people," ujar Lucy Jones, pakar seismologi dan profesor tamu di California Institute of Technology.
Dampak kepanikan warga juga dilaporkan terjadi secara masif di wilayah ibu kota. Penduduk Caracas berhamburan mengevakuasi diri dari gedung-gedung yang bergoyang dan memilih bertahan di luar ruangan.
"The scene was like a horror movie," kata seorang wanita di kota tersebut kepada kantor berita Reuters.
Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengonfirmasi bahwa getaran gempa dirasakan di beberapa negara bagian. Kawasan Altamira di Caracas menjadi salah satu titik terparah dengan situasi yang mengkhawatirkan akibat runtuhnya perumahan dan gedung.
"We understand that some people may be desperate, but we are acting according to protocols to activate aid and rescue efforts to help those who need it most," kata Diosdado Cabello dalam siaran televisi pemerintah.
Warga yang selamat menceritakan betapa kuatnya kekuatan gempa yang mengombang-ambingkan mereka. Sebagian besar perabot rumah tangga dilaporkan hancur dan berjatuhan saat gempa berlangsung.
"The building really shook from side to side. Unreal. The force was incredibly strong," ujar Roberto Damas, warga Caracas.
Bantuan internasional mulai dimobilisasi untuk membantu penanganan pascabencana di Venezuela. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan kesiapan untuk mengirimkan tim penyelamat serta bantuan logistik medik ke lokasi terdampak.
"stands with the Venezuelan people in the aftermath of this evening’s devastating earthquakes," tulis Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau melalui media sosial.
Dukungan penanganan darurat ini dikoordinasikan bersama dengan otoritas lokal di Venezuela. Fokus utama bantuan difokuskan pada pemulihan fase awal pascabencana.
"Working with our partners in the interim Venezuelan government, the U.S. will be sending search and rescue teams, medical and humanitarian supplies and other resources in the crucial first days after this tragic natural disaster," tulis Jeremy Lewin, pejabat Departemen Luar Negeri AS.
Hingga saat ini, proses pencarian korban hilang masih terus berjalan di bawah reruntuhan. Gubernur Falcón, Víctor Clark, menyatakan petugas di wilayahnya sedang mencari 15 orang yang diduga terjebak, sementara 35 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.