Elon Musk Diprediksi Bakal Caplok Intel Lewat SpaceX
Persaingan pasar kecerdasan buatan (AI) kini telah merambah hingga ke sektor kelistrikan, pusat data, dan komponen paling krusial, yaitu chip semikonduktor.
Kondisi ini memicu prediksi bahwa Elon Musk akan mengambil alih Intel, sebuah langkah yang diperkirakan bakal mengejutkan para investor SpaceX.
Perusahaan antariksa SpaceX diprediksi akan membeli Intel senilai USD 1 triliun atau setara Rp 17.799 triliun, seperti dikutip dari Detik iNET.
Nilai tersebut sekilas terdengar tidak masuk akal karena kapitalisasi pasar Intel saat ini berada di angka USD 607 miliar.
Intel juga sedang berjuang setelah mengalami penurunan pangsa pasar selama bertahun-tahun serta menghadapi kemunduran dalam industri manufaktur.
Namun, langkah akuisisi strategis jarang sekali hanya didasarkan pada pendapatan perusahaan saat ini, melainkan pada kendali di masa depan.
Intel memiliki aset penting berupa pabrik fabrikasi yang sudah berjalan di Amerika Serikat, keahlian semikonduktor selama puluhan tahun, dan puluhan ribu insinyur.
Selain itu, perusahaan tersebut juga mempunyai hubungan yang kuat dengan para pejabat di Washington DC.
Seluruh aset ini dapat mempercepat pembangunan pabrik semikonduktor SpaceX jauh lebih cepat daripada harus membangun fasilitas baru dari nol.
Laporan terbaru menunjukkan Elon Musk mempertimbangkan untuk menggabungkan Tesla dan SpaceX menjadi konglomerat teknologi besar dengan potensi nilai lebih dari USD 3 triliun.
Meskipun belum ada proposal merger formal, logika strategis dari rencana penggabungan ini dinilai semakin mudah dipahami.
Sistem penggerak otonom milik Tesla membutuhkan daya komputasi yang sangat besar untuk beroperasi.
Di sisi lain, jaringan satelit Starlink milik SpaceX sangat bergantung pada optimasi AI dan perangkat keras khusus.
Perusahaan xAI milik Musk juga sedang membangun pusat data raksasa yang dipenuhi oleh GPU.
Rencana besar untuk menjelajah Mars memerlukan sarana transportasi di Planet Merah, lingkungan yang tidak memiliki bahan bakar fosil.
Kendaraan otonom listrik menjadi solusi sempurna untuk kebutuhan penjelajahan tersebut.
Semua lini bisnis tersebut menghadapi satu masalah besar yang sama, yaitu akses terhadap pasokan chip.
Peluang Tesla untuk semakin berkembang dinilai akan semakin terbuka lebar dengan memiliki Intel.