Dokter Bedah Dicabut Izin Setelah Salah Sambung Organ Pasien di Inggris
Seorang dokter bedah pengganti asal Mesir, Dr Yasser Adly Abdel Rahman, dicabut izin praktiknya setelah melakukan kesalahan fatal dalam operasi usus darurat seorang pasien pria muda di Royal Oldham Hospital, Inggris, yang hampir mengancam nyawa pasien, dilansir dari Detik Health.
Kesalahan tersebut terjadi pada 25 Agustus 2020 ketika isi usus pasien yang keluar dari lambung justru disambungkan kembali ke lambung dalam bentuk saluran melingkar tertutup (closed loop). Kesalahan ini menyebabkan pasien mengalami rasa sakit hebat dan harus menjalani operasi koreksi oleh tim dokter lain.
Meski keluarga pasien dan tenaga medis lain mengungkapkan kekhawatiran atas prosedur tersebut, Dr Rahman tidak mengakui adanya kesalahan dalam tindakan operasinya.
Seorang mantan konsultan bedah umum dan kolorektal yang menjadi saksi ahli dari General Medical Council (GMC) mengatakan, "Prosedur yang dilakukan Dr Rahman tidak pernah dikenal dalam sejarah kedokteran," dan menegaskan, "Kesalahan ini merupakan kesalahan terburuk yang pernah ada."
Dr Rahman yang menamatkan pendidikan kedokterannya pada 1993 di Ain Shams University, Kairo, Mesir, tidak hadir dalam sidang di Medical Practitioners Tribunal Service (MPTS), Manchester, dan mengklaim dirinya menjadi korban 'perburuan penyihir'.
Setelah insiden itu, MPTS membatasi izin praktik Dr Rahman pada Juli 2021, namun ia melanggar aturan tersebut dengan bekerja sebagai dokter pengganti di Irlandia pada Februari 2022.
Majelis hakim menilai pelanggaran ini sebagai faktor yang memberatkan selain kelalaian dalam operasi dan perawatan pasca-operasi. MPTS kemudian mencabut nama Dr Rahman dari daftar registrasi medis dan melarangnya berpraktik kembali sebagai dokter.