Danantara Isyaratkan Penutupan PT INTI Akibat Masalah Pengelolaan

Share

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengisyaratkan potensi penutupan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) akibat kendala pengelolaan. Rencana tersebut dipicu oleh banyaknya perusahaan pelat merah yang menghadapi masalah karena bergerak sendiri-sendiri.

Sinyal pembubaran ini disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, dalam acara Jogja Financial Festival pada Sabtu (23/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

"Mungkin kita mengenal dulu banyak BUMN-BUMN terkenal, kalau di Bandung itu ada PT INTI yang sangat terkenal sekarang menghadapi permasalahan mungkin akan kita tutup juga," jelas Dony dalam acara Jogja Financial Festival, Sabtu (23/5/2026).

Dony memaparkan bahwa skema terdahulu membuat Kementerian BUMN hanya memiliki kuasa kelola dan bukan sebagai pemilik langsung. Hal tersebut berdampak pada tidak adanya mekanisme saling bantu antarperusahaan negara saat terjadi krisis finansial.

"Tetapi karena tidak ada mekanisme untuk membantu satu BUMN dan BUMN lain, menyebabkan sulit untuk kita melakukan perbaikan," jelasnya.

Sebagai solusi atas kendala tersebut, Danantara hadir menjadi holding company untuk mengonsolidasikan seluruh BUMN. Lembaga ini bertindak sebagai sovereign wealth fund berbasis BUMN atau state-owned enterprise based sovereign wealth fund.

Melalui penggabungan ini, integrasi pengelolaan perusahaan-perusahaan besar seperti Bank Mandiri, BRI, Krakatau Steel, Garuda, Pertamina, hingga PLN dapat dijalankan secara terpadu demi memudahkan proses penyehatan.

"Nah dengan disatukannya terkonsolidasi menyebabkan mudah bagi kita dalam pengelolaan BUMN-BUMN kita. Jadi sekarang itu antara Bank Mandiri, Bank BRI, kemudian juga Krakatau Steel, Garuda, Pertamina, PLN itu menjadi satu holding company," tutup Dony.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BUMN Danantara PT INTI
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author