Danantara Ajukan Minat Beli Saham BEI Melalui Demutualisasi

Share

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara menyampaikan minat untuk menggenggam saham Bursa Efek Indonesia melalui skema demutualisasi pada Rabu, 12 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, membenarkan bahwa penawaran dari entitas BPI Danantara tersebut diajukan secara langsung melalui Danantara Investment Management.

Pihak bursa belum membeberkan besaran porsi saham yang diminta lantaran masih menunggu penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait aturan demutualisasi pasar modal.

"Yang sudah menyampaikan minat, itu adalah BPI Danantara melalui DIM. Ya jadi untuk selanjutnya, untuk komunikasi kita bangun terus ya sambil menunggu POJK," ungkap Jeffrey Hendrik, Direktur Utama BEI.

Guna menopang kebijakan perubahan struktur ini, pihak bursa telah merampungkan studi banding terhadap sejumlah otoritas pasar modal di Asia dan Pasifik.

"Kalau di kajian kita kan tentu kita melihat bursa-bursa yang sudah demutualisasi, ada Hong Kong, ada Singapura, ada Australia, ada Malaysia. Bursa-bursa yang memang sudah melakukan demutualisasi," jelas Jeffrey Hendrik, Direktur Utama BEI.

Selain BPI Danantara, manajemen mencatat keberadaan calon investor potensial lain yang berminat masuk dalam struktur kepemilikan saham bursa.

"Adapun kepemilikan saham oleh pihak-pihak tersebut akan tetap mempertahankan independensi Bursa Efek," ungkap Jeffrey Hendrik, Direktur Utama BEI.

Rencana akuisisi porsi saham bursa efek ini sebelumnya juga dikonfirmasi oleh manajemen BPI Danantara pada Senin, 10 Agustus 2026.

"Ya, demut kita masih proses, baik dengan OJK dan juga dengan Direksi Bursa, ya insyaallah beberapa bulan ke depan bisa rampung," ungkap Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer BPI Danantara.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BEI Danantara pasar modal
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author