Bursa Saham Korea Selatan Anjlok Hingga KOSPI Alami Circuit Breaker
Pasar saham Korea Selatan mengawali pekan dengan pelemahan signifikan. Para investor terpantau melepas saham-saham unggulan setelah sektor teknologi tertekan oleh penurunan harga chip di Amerika Serikat serta kekhawatiran kebijakan moneter agresif Federal Reserve.
Seperti dikutip dari Detik Finance yang melansir Korea Times, Senin (8/6/2026), indeks utama Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) sempat merosot hingga lebih dari 8%. Situasi tersebut membuat pihak Korea Exchange (KRX) mengaktifkan mekanisme penghentian perdagangan atau circuit breaker tiga menit setelah pasar dibuka.
Otoritas KRX membekukan aktivitas perdagangan selama 20 menit. Langkah penghentian perdagangan berturut-turut tersebut diterapkan kembali oleh pihak bursa sekitar pukul 9:34 waktu setempat.
Pada pukul 11:20 waktu setempat, KOSPI tercatat amblas sebesar 492,8 poin atau setara 6,04% ke level 7.667,79. Kebijakan serupa juga menimpa pasar sekunder KOSDAQ yang perdagangannya ditangguhkan selama lima menit setelah merosot enam menit pascapembukaan.
Kemerosotan sektor teknologi di Amerika Serikat berdampak langsung pada Samsung Electronics yang sahamnya jatuh 6,69%. Sementara itu, kompetitornya di industri pembuatan chip, SK hynix, turut melemah sebesar 3,24%.
Koreksi dalam juga melanda perusahaan investasi AI SK Square yang anjlok 7,87% dan LG Electronics yang merosot hingga 9,24%. Emiten otomotif Hyundai Motor melemah 9,14%, sedangkan SK Group mencatatkan penurunan sebesar 7,68%.
Sektor industri baterai tidak luput dari pelemahan dengan penurunan LG Energy Solution sebesar 5,68% dan Samsung SDI yang merosot 10,74%. Selanjutnya, saham Samsung Life Insurance menyusut 8,85% diikuti oleh Samsung C&T yang berkurang 10,97%.
Penurunan performa bursa ini juga menjalar ke saham sektor keuangan. KB Financial mencatatkan penurunan sebesar 11,25%, sementara Shinhan Financial ikut melemah hingga 9,3%.