Perum Bulog Serap 3,5 Juta Ton Beras Dalam Negeri

Share

Perum Bulog mengamankan penyerapan beras hasil panen dalam negeri sebanyak 3,5 juta ton hingga 24 Juli 2026. Angka tersebut setara dengan 87 persen dari total target nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah tahun ini, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Capaian penyerapan pangan ini diraih melalui kerja sama terpadu antarpemangku kepentingan sejak musim panen berlangsung di berbagai daerah produsen beras. Keberhasilan tersebut memperkuat persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak, mulai dari petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, Bhabinkamtibmas, mitra kerja Bulog, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat. Kolaborasi yang terjalin secara optimal menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan," ujar Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.

Melihat tren penyerapan gabah dan beras yang terus bertambah di tingkat daerah, pihak manajemen meyakini target penyerapan 4 juta ton setara beras dapat dipenuhi dalam kurun waktu dekat. Tren positif ini sekaligus menempatkan Indonesia pada lintasan yang sesuai untuk mencapai kemandirian pangan nasional.

"Kami meyakini, dengan dukungan seluruh pihak, cita-cita swasembada pangan berkelanjutan akan semakin kokoh dan dapat diwujudkan secara optimal hingga akhir September 2026," kata Rizal.

Penyerapan gabah maupun beras hasil panen petani lokal dipastikan akan tetap berjalan meskipun kuota target 4 juta ton nantinya telah terpenuhi secara penuh.

"Komitmen Bulog adalah terus hadir untuk petani. Setelah target tercapai pun kami akan tetap menyerap hasil panen dalam negeri semaksimal mungkin sesuai penugasan pemerintah dan kapasitas yang tersedia," jelas Rizal.

Langkah penyerapan berkelanjutan ini dilakukan demi menjaga stabilitas harga gabah di tingkat produsen, memajukan tingkat kesejahteraan petani, serta memperbesar stok beras negara sebagai instrumen pengaman pangan. Koordinasi dengan para pemangku kepentingan di wilayah sentra produksi terus diperkuat guna mengoptimalkan proses penyerapan.

"Dengan dukungan seluruh elemen bangsa, Bulog optimistis swasembada pangan berkelanjutan dapat terus dipertahankan sebagai fondasi menuju Indonesia yang semakin mandiri, tangguh, dan berdaulat di bidang pangan," tutup Rizal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author