BRIN Buka Peluang Magang dan Beasiswa Riset Semikonduktor bagi Mahasiswa

Share

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek riset strategis. Program ini mencakup jalur magang hingga pendidikan pascasarjana berbasis penelitian atau Degree by Research (DBR), khususnya pada bidang semikonduktor dan nanoteknologi.

Dikutip dari Detikcom, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Nanoteknologi (PRSN) BRIN, Mohamad Insan Nugraha, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa ini disesuaikan dengan jenjang pendidikan mereka.

Mahasiswa sarjana (S1) dapat mengikuti program magang tugas akhir yang dikelola melalui Manajemen Talenta BRIN. Sementara itu, mahasiswa magister (S2) dan doktoral (S3) dapat bergabung melalui skema DBR yang mengintegrasikan perkuliahan dengan kegiatan penelitian.

Peluang kolaborasi ini tidak hanya terbatas untuk mahasiswa dalam negeri. BRIN juga membuka kesempatan bagi peneliti internasional melalui program postdoctoral researcher dan visiting researcher.

Program DBR sendiri merupakan bantuan dana pendidikan yang bertujuan meningkatkan kapasitas talenta riset dan inovasi. Skema ini difokuskan pada kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) di tingkat magister dan doktor.

Riset semikonduktor di BRIN saat ini mencakup pengembangan material hingga perangkat elektronik berbasis semikonduktor. Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor ini karena didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah.

"Indonesia sebenarnya punya potensi besar karena sumber bahan bakunya melimpah, seperti pasir silika, tetapi riset semikonduktornya masih kurang," katanya dalam rangkaian kunjungan mahasiswa Teknik Elektro Universitas Trisakti ke fasilitas PRSN BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie, Serpong pada Selasa (26/5).

Melalui kunjungan tersebut, Mohamad Insan Nugraha berharap semakin banyak mahasiswa tertarik mendalami bidang semikonduktor. Langkah ini dinilai penting guna mendukung kemandirian teknologi nasional di masa depan.

Sebagai bentuk penguatan ekosistem riset nasional, BRIN telah menyiapkan berbagai fasilitas laboratorium modern. Infrastruktur ini dapat dimanfaatkan sepenuhnya dalam kolaborasi bersama perguruan tinggi.

Saat mengunjungi fasilitas PRSN BRIN, para mahasiswa berkesempatan melihat langsung beberapa laboratorium spesifik, antara lain:

  • Laboratorium Semikonduktor dan Thin Film
  • Laboratorium Elektrokimia
  • Fasilitas sputtering
  • Laboratorium Material Dimensi Rendah
  • Laboratorium Proses Sintesis
  • Laboratorium Karakterisasi Fisika Imaging

Keterlibatan aktif mahasiswa melalui berbagai skema ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan sumber daya manusia riset. Selain itu, kolaborasi ini ditargetkan dapat mendorong kemajuan teknologi semikonduktor serta nanoteknologi di tanah air.

Persyaratan Program Degree by Research BRIN

Program DBR BRIN terbuka bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN yang ingin menempuh pendidikan S2 atau S3 berbasis penelitian. Terdapat sejumlah syarat khusus yang harus dipenuhi oleh setiap kategori pelamar.

Syarat bagi ASN:

  • Berstatus PNS dengan pangkat minimal III/a.
  • Lulus seleksi masuk program S2 atau S3 di perguruan tinggi tujuan.
  • Mendapat rekomendasi dari kepala satuan kerja dan ketua kelompok penelitian BRIN terkait rencana studi dan proposal penelitian.
  • Mendapat rekomendasi dari co-promotor yang berasal dari kelompok penelitian BRIN.
  • Tidak sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat.
  • Tidak sedang menerima beasiswa tugas belajar dari instansi lain pada periode yang sama.
  • Bersedia menyelesaikan studi sesuai jenjang dan tepat waktu.

Syarat bagi Non-ASN:

  • Memiliki kolaborasi penelitian dengan kelompok riset di BRIN.
  • Lulus seleksi masuk program S2 atau S3 di perguruan tinggi tujuan.
  • Mendapat rekomendasi dari kepala satuan kerja dan kelompok penelitian BRIN.
  • Mendapat rekomendasi dari co-promotor yang berasal dari BRIN.
  • Tidak sedang menerima beasiswa tugas belajar dari lembaga lain pada periode yang sama.
  • Bersedia menyelesaikan studi sesuai jenjang dan tepat waktu.

Syarat Co-promotor BRIN:

  • Memiliki kualifikasi pendidikan doktor (S3).
  • Berasal dari kelompok penelitian atau instansi BRIN.
  • Memiliki bidang kepakaran yang sesuai dengan topik penelitian peserta.
  • Aktif dalam kegiatan penelitian, pengembangan, atau pengkajian yang relevan.
  • Menjamin keberlangsungan penelitian peserta.
  • Mendapat persetujuan dari promotor di perguruan tinggi tujuan.
  • Memiliki publikasi internasional dalam 10 tahun terakhir.
  • Memiliki H-Index minimal 3.

Dokumen Pendaftaran dan Komponen Pembiayaan

Calon peserta program DBR wajib mengunggah sejumlah dokumen persyaratan saat melakukan pendaftaran resmi. Dokumen tersebut meliputi Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan, surat rekomendasi kepala satuan kerja, serta surat persetujuan dari instansi non-BRIN jika diperlukan.

Selain itu, diperlukan surat kesediaan co-promotor dan promotor, surat pernyataan menyelesaikan studi tepat waktu, proposal penelitian yang disetujui, biodata peserta, serta biodata promotor dan co-promotor yang dilengkapi profil Scopus. Pelamar juga wajib menyertakan ijazah dan transkrip pendidikan terakhir.

Melalui skema cost sharing, BRIN memberikan bantuan pembiayaan komponen pendidikan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan bantuan riset. Sementara itu, biaya penelitian dan pengembangan lainnya dapat ditanggung oleh satuan kerja asal atau sumber pendanaan lain yang sah.

Program Degree by Research BRIN saat ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Daftar mitra perguruan tinggi dalam negeri meliputi Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB University), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Andalas (Unand), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Syiah Kuala (USK), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Sedangkan untuk mitra perguruan tinggi luar negeri mencakup Swinburne University of Technology (Australia), Universiti Teknologi Malaysia (Malaysia), University of Twente (Belanda), Tomsk Polytechnic University (Rusia), Suranaree University of Technology (Thailand), Deakin University (Australia), Université Polytechnique Hauts-de-France (Prancis), Universitas Sains Malaysia (Malaysia), Coventry University (Inggris), dan University of Technology Sydney (Australia).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author