BPS Catat China Jepang dan Australia Jadi Pemasok Impor Terbesar

Share

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa China, Jepang, dan Australia mendominasi sebagai tiga negara asal impor terbesar Indonesia selama periode Januari hingga Mei 2026. Data komoditas impor non-migas ini dilansir dari Bloomberg Technoz pada Rabu (1/7/2026).

“Tiga negara tersebut memberikan andil ataupun share-nya sebesar 52,69% dari total impor non-migas Indonesia,” kata Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.

Total nilai impor dari China menyentuh angka US$39,27 miliar atau setara dengan 41,83% dari keseluruhan impor tanah air. Pasokan ini didominasi oleh mesin atau peralatan mekanis beserta bagiannya senilai US$8,73 miliar, disusul perlengkapan elektrik sebesar US$8,43 miliar, serta komoditas plastik senilai US$2,33 miliar.

“Impor non-migas dari Jepang recatat US$5,17 miliar. Ini terutama didominasi oleh mesin peralatan mekanik atau HS84 dengan share-nya 20,63% dan turun 18,79% secara C to C [cummulative-to cummulative]-nya,” kata Ateng.

Komoditas lain dari negeri sakura yang turut berkontribusi mencakup besi dan baja dengan nilai mencapai US$0,7 miliar. Selain itu, sektor kendaraan beserta suku cadangnya menyumbang angka US$0,67 miliar bagi pemenuhan pasar dalam negeri.

“Impor non-migas dari Australia tercatat US$5,02 miliar terutama didominasi oleh impor logam mulia dan perhiasan atau permata atau HS71 dengan share-nya 29,83% dan tumbuh sebesar 216,88 persen secara C to C-nya,” kata Ateng.

Indonesia juga mendatangkan pasokan serealia dari Australia dengan nilai sebesar US$0,6 miliar sepanjang lima bulan pertama tahun ini. Pengiriman bahan bakar mineral dari negara tetangga tersebut mencatatkan nilai US$0,56 miliar atau memegang andil sebesar 11,11%.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author