BPS Catat Impor Migas Indonesia Melonjak Hingga Mei 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor minyak dan gas (migas) Indonesia mencapai US$3.804,6 juta selama periode Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 27,89% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.
Kenaikan total impor dipicu oleh lonjakan impor minyak mentah sebesar 14,90% dan hasil minyak yang tumbuh 32,54%. BPS mencatat Singapura menjadi negara asal impor utama dengan kontribusi 29,38%, diikuti Malaysia sebesar 20,54% dan Amerika Serikat sebesar 8,28%.
"Tidak ada perubahan shifting negara asal impor migas jika dibandingkan [periode yang sama] 2025 lalu," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Ateng untuk menanggapi komposisi mitra dagang sektor migas. Meski tren impor meningkat, BPS mencatat adanya dinamika pada bulan Mei 2026 di mana impor migas melonjak 70,78% secara tahunan.
Lonjakan pada Mei 2026 terutama didorong oleh kenaikan impor hasil minyak sebesar 99,49%. Sementara itu, impor minyak mentah pada periode bulan yang sama justru mengalami penurunan sebesar 4,06%.
Di sisi lain, sektor ekspor migas justru menunjukkan tren pelemahan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, total ekspor migas mencapai US$5.166,1 juta, turun 12,71% dari US$5.918,0 juta pada periode yang sama tahun lalu.
BPS merinci penurunan tajam terjadi pada ekspor minyak mentah sebesar 50,40% dan gas alam sebesar 16,73%. Namun, ekspor hasil minyak tercatat masih mampu membukukan kenaikan sebesar 4,51% ke level US$2.257,0 juta.