BMKG Catat 3002 Gempa Susulan di NTT dan Korban Jiwa Capai 71 Orang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 3.002 kali gempa susulan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (19/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Aktivitas kegempaan tersebut diprediksi masih akan berlanjut hingga akhir September 2026.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa intensitas gempa susulan tersebut akan mengalami penurunan secara bertahap dalam kurun waktu beberapa pekan mendatang.
"Laju gempa susulan dapat mencapai tingkat yang relatif rendah dalam tiga (minggu) sampai satu bulan ke depan, mungkin di akhir September 2026," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama.
Nelly menegaskan bahwa prediksi penurunan ini tidak mengindikasikan aktivitas gempa akan berhenti secara total. BMKG bakal terus memperbarui data terkait perkembangan aktivitas gempa bumi tersebut.
"Secara umum, dari grafik terlihat bahwa kecenderungannya menurun. Walaupun dalam beberapa periode dapat terjadi peningkatan aktivitas, secara keseluruhan gempa susulan ini akan menurun," terang Nelly.
Pihaknya memproyeksikan frekuensi kejadian gempa susulan akan berkurang dalam waktu dekat berdasarkan data tren seismik saat ini.
"Hasil perhitungan sementara kami, kira-kira dalam waktu 21 sampai 30 hari ke depan (gempa susulan) akan segera menurun," lanjutnya.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penambahan data jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi di kawasan NTT tersebut.
"Jumlah korban bertambah satu orang menjadi 71 orang meninggal dunia, yaitu di Kabupaten Nagekeo," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan.
Berton juga menyampaikan ucapan duka cita dari jajaran pemerintah atas jatuhnya korban jiwa di wilayah penampungan pengungsi dan daerah terdampak.
"Kami segenap unsur pemerintah maupun kementerian/lembaga yang ada mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kita yang saat ini berada di tempat-tempat pengungsian dan daerah terdampak di NTT," ujar Berton.