Bitcoin turun 32 persen dalam 6 bulan dan menghadapi tekanan
Harga Bitcoin menutup semester I 2026 di kisaran US$ 60.000 setelah turun sekitar 32% dalam enam bulan, sehingga pelaku pasar menilai tekanan berpotensi berlanjut pada kuartal III. Kondisi ini membuat kebijakan Federal Reserve dan suku bunga riil menjadi fokus utama arah aset berisiko.
Menurut Binance Research, seperti yang dikutip dari CoinMarketCap pada Senin, 27 Juli 2026, Bitcoin melemah sekitar 32% pada semester I dan berada di kisaran US$ 60.000. Riset itu juga menyebut, penurunan dalam periode ini belum dikaitkan secara jelas pada satu faktor tunggal.
Grayscale melalui Zach Pandl menilai kerangka makro lebih menentukan dibanding siklus empat tahunan tradisional. Pandl mengatakan pasar bearish saat ini ditandai perubahan ekspektasi kebijakan The Fed dan kenaikan suku bunga riil.
"Pasar bearish saat ini juga ditandai perubahan signifikan dalam ekspektasi kebijakan The Fed dan kenaikan suku bunga riil," ujar Zach Pandl dari Grayscale.
Dalam pandangan Grayscale, bitcoin bisa saja sudah mencapai titik terendah bila The Fed menghindari kenaikan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi tetap stabil. Namun, bila kebijakan ketat berlanjut, pasar dinilai berpotensi menguji ulang level lebih rendah.
Nansen memperingatkan belum ada konfirmasi titik terendah yang kuat, sehingga ada risiko uji ulang harga pada kisaran 52.000 hingga 58.000 dolar. Peringatan itu disebut terkait menjelang keputusan kebijakan The Fed dan laporan keuangan kuartal kedua perusahaan terkait.
Untuk melihat risiko lebih lanjut, Coinpedia menyebut Bitcoin berada pada fase akhir siklus bearish, dengan potensi penurunan ke level 44.000 dolar jika tekanan jual meningkat. Analis itu juga menaruh support utama di zona 59.000 hingga 62.500 dolar.
Dari sisi indikator teknikal, Michael Saylor menyatakan harga Bitcoin membentuk bottom di area sekitar US$ 60.000 dan mulai memasuki fase pemulihan awal yang ia sebut "fase spring". Saylor menilai pasar memiliki dukungan memadai di level tersebut.
"At the top in October, about 125, I think we bottomed at 60. I think we’re moving into the spring phase. We’ve got decent support here at these levels. I think we’ll rally from here," kata Michael Saylor.
Crypto Coach Luis juga mengaitkan peluang pemulihan dengan sejumlah sinyal, termasuk weekly RSI divergence dan penurunan volatilitas yang pernah berkaitan dengan fase akumulasi. Luis menyoroti arus keluar ETF Bitcoin yang besar sepanjang Juni sebagai indikasi kapitulasi.
Luis menilai Bitcoin berupaya merebut kembali area sekitar US$ 65.700 dan jika mampu ditutup di atas level itu pada grafik mingguan, kondisi dapat mengarah ke perubahan struktur yang lebih bullish. Ia juga menyebut skenario penolakan jangka pendek lebih mungkin sebelum membentuk higher low.
Data pasar yang disebut Binance Research dan Nansen menunjukkan bitcoin turun sekitar 32% sejak Januari 2026 dan masih lebih dari 50% di bawah rekor tertinggi Oktober 2025 yang mencapai 126.000 dolar.