Baresi Kenang Hubungan Khusus dan Warisan Berlusconi di AC Milan

Share

Legenda AC Milan Franco Baresi membagikan refleksi mendalam mengenai hubungan emosional dan karier panjangnya bersama mendiang Silvio Berlusconi di klub Italia tersebut pada Jumat, 31 Juli 2026.

"Keagungan sejati tidak terletak pada bagaimana kita mengukur waktu – jam tangan seharga sepuluh euro menunjukkan waktu yang sama dengan jam tangan seharga sepuluh ribu – melainkan pada ruang yang kita ciptakan… Saya merasa terhibur mengetahui bahwa saya telah meninggalkan jejak di mana waktu tidak akan pernah bisa mencapainya," kata Baresi, mantan Kapten AC Milan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Baresi dalam buku terakhirnya yang berjudul 'Ancora in gioco'. Momen reflektif ini menegaskan dedikasi sang pemain bertahan yang membela Milan hingga laga terakhirnya pada 28 Oktober 1997.

Mantan bek tangguh tersebut memimpin lini pertahanan Milan di bawah kepemimpinan Berlusconi yang dimulai sejak Februari 1986. Selama 15 tahun menjabat sebagai kapten, Baresi mempersembahkan enam gelar Scudetto, tiga Piala Champions, dan dua Piala Interkontinental.

"Tanpa dia saya merasa lebih kesepian," kata Baresi, mantan Kapten AC Milan.

Kepergian sang presiden meninggalkan duka mendalam bagi sang kapten yang telah menganggap sang pemilik klub sebagai sosok figur pembimbing karier dan kehidupannya.

"Silvio Berlusconi unik dan penuh kasih sayang kepada semua orang. Bagi saya dia seperti seorang ayah: dia mewujudkan semua impian saya dan menyampaikan mentalitas pemenangnya kepada kita semua para pemain, mereka dari sepak bola era lain," kata Baresi, mantan Kapten AC Milan.

Usai pensiun pada usia 37 tahun setelah memulai peran libero sejak umur 18 tahun, Baresi tetap dilibatkan di Milan sebagai pelatih tim muda, direktur pemasaran, hingga wakil presiden kehormatan. Berlusconi bahkan memberikan replika asli trofi Ballon d'Or 1989 kepada Baresi yang saat itu menempati posisi kedua di belakang Marco van Basten.

"Sebaliknya saya bermain lebih awal juga dalam hal ini," kata Baresi, mantan Kapten AC Milan.

Pengalaman karier Baresi yang cemerlang juga diakui oleh para rivalnya di lapangan hijau. Usai laga Napoli melawan Milan pada tahun 1989, bintang Argentina Diego Armando Maradona langsung bertukar dan mengenakan jersey milik Baresi di ruang ganti.

"Dalam edisi Ballon d'Or 1989 saya berada di urutan kedua di belakang Van Basten dan di depan Rijkaard, podiumnya semua pemain Milan. Namun pada kesempatan itu Presiden Berlusconi memberi saya versi asli Ballon d'Or," kata Baresi, mantan Kapten AC Milan.

Momen penyerahan hadiah tersebut menjadi salah satu bukti apresiasi tinggi sang presiden kepada Baresi yang sempat bertahan membela klub meski harus berlaga di Serie B.

Mengenai pengakuan internasional atas ketangguhannya di lini belakang, Maradona menyampaikan pujian khusus saat diwawancarai media usai pertandingan tersebut.

Pemain legendaris Napoli tersebut menegaskan kekagumannya terhadap Baresi dan menyimpan jersey sang kapten sebagai kenang-kenangan berharga sepanjang hidupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author