Bangkai Pesawat Clipper Endeavor Ditemukan di Kedalaman 600 Meter

Share

Tim peneliti menemukan bangkai pesawat Pan American Airways Clipper Endeavor di kedalaman 600 meter di lepas pantai Puerto Riko pada awal Juni 2026. Pesawat Douglas DC-4 tersebut terbelah menjadi dua bagian setelah terhempas pada 11 April 1952.

Kecelakaan yang dikenal sebagai Tragedi Jumat Agung ini menewaskan 52 orang dari total 69 penumpang dan awak kapal. Penemuan lokasi bangkai pesawat berhasil dipastikan melalui survei fotografi yang menampilkan logo sayap Pan Am dan nama pesawat pada badan pesawat yang masih terawat baik.

Investigasi penemuan ini berlangsung selama tujuh tahun di bawah pimpinan Air/Sea Heritage Foundation yang bekerja sama dengan perusahaan survei laut Deep Sea Vision serta program TV Expedition Unknown. Pencarian menggunakan kapal riset Fugro Brasilis yang menderetkan dua wahana AUV Kongsberg Maritime HUGIN.

Tragedi berdarah ini memicu reformasi besar dalam dunia penerbangan internasional. Lembaga Civil Aeronautics Board kemudian mewajibkan peragaan evakuasi darurat dan instruksi keselamatan penumpang sebelum lepas landas yang kini diterapkan secara global.

Awalnya pesawat mengalami kegagalan beberapa mesin tak lama setelah lepas landas dari San Juan menuju New York hingga terpaksa mendarat darurat di laut. Hambatan bahasa dan ketiadaan pengarahan keselamatan membuat sebagian besar penumpang terjebak saat pesawat tenggelam dalam waktu tiga menit.

Sejarawan penerbangan dan maritim, Russ Matthews, membagikan pengalamannya saat pertama kali meneliti sejarah penerbangan tersebut.

"Saya pertama kali mengetahui tentang Clipper Endeavor saat meneliti kecelakaan Pan Am yang sama sekali berbeda dan merasa terkejut bahwa cerita sesebalik ini sebagian besar telah pudar dari ingatan publik," kata Russ Matthews, Pendiri Pendamping dan Presiden Air/Sea Heritage Foundation.

Matthews memimpin pengumpulan bukti arsip resmi Puerto Riko, kesaksian korban selamat, dan peta lokasi yang digambar oleh pilot Angkatan Udara AS untuk menemukan lokasi presisi.

"Ceritanya sangat kuat dan dampaknya sangat jauh," kata Russ Matthews, Pendiri Pendamping dan Presiden Air/Sea Heritage Foundation.

Presenter program Expedition Unknown, Josh Gates, menyoroti dampak besar dari peristiwa bersejarah ini terhadap standar keselamatan udara modern.

"Setiap kali Anda naik pesawat hari ini, Anda lebih aman karena apa yang terjadi pada Clipper Endeavor dan para penumpangnya tiga perempat abad yang lalu," kata Josh Gates, Penjelajah.

Gates juga menggambarkan momen emosional ketika citra sonar pertama kali menunjukkan keberadaan bangkai pesawat di dasar laut.

"Ketika gambar-gambar kembali dari AUV, kami semua terperanjat. Melihat badan pesawat aluminium yang cerah bersinar kembali ke arah kami dari dasar laut adalah momen yang sangat emosional," kata Josh Gates, Penjelajah.

Pihak ASHF telah berdiskusi dengan pemerintah Puerto Riko terkait perlindungan lokasi bangkai pesawat dan rencana pembangunan monumen peringatan bagi para korban.

"Saya berharap penemuan bersejarah ini membawa kedamaian bagi keluarga mereka yang berada di dalam pesawat dan berfungsi untuk mengingatkan publik pengguna jasa penerbangan saat ini akan utang kenangan yang kita miliki pada penerbangan tragis ini," kata Josh Gates, Penjelajah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author