Australia Naikkan Anggaran Pengajaran Bahasa Indonesia Rp145 Miliar
Pemerintah federal Australia mengalokasikan tambahan anggaran sebesar AUD 11,4 juta atau sekitar Rp 145 miliar untuk mendukung pengajaran bahasa Indonesia di negara tersebut pada Minggu (7/6/2026).
Langkah strategis ini diumumkan oleh anggota parlemen Australia, Tim Watts, melalui akun Instagram resminya sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pendanaan tersebut merupakan bagian dari total anggaran AUD 33,2 juta yang dikucurkan demi menyokong implementasi Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia.
Watts menegaskan pentingnya intervensi dana dari pemerintah federal ini. Hal ini dikarenakan adanya tren penurunan jumlah sekolah dan universitas yang menyediakan program pembelajaran bahasa Indonesia di Australia.
"Tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia selain Indonesia dan tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia untuk dipahami selain Indonesia. Tanpa intervensi, pengajaran Bahasa Indonesia di Australia akan punah pada masa jabatan Parlemen berikutnya," tulis Watts.
Melalui unggahan video, politisi dari Partai Buruh pimpinan Perdana Menteri Anthony Albanese ini turut mengutip pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat berpidato di parlemen Australia pada tahun 2020. Ia juga menggunakan slogan kampanye Presiden Prabowo Subianto untuk menggambarkan komitmen pendanaan tersebut.
"Seperti yang disampaikan Presiden Indonesia sebelumnya, Jokowi, di tempat ini pada 2020 'Australia adalah sahabat paling dekat Indonesia', dan tahun ini pendanaan federal telah menyatakan 'Oke gas' atau 'Let's Go' untuk meningkatkan hubungan dengan tetangga dan teman kita, Indonesia," ucapnya.
Menurut Watts, hubungan kedua negara saat ini telah melangkah ke fase baru yang membutuhkan pemahaman mendalam melalui penguasaan bahasa. Selain pengajaran bahasa, anggaran tersebut juga mengalokasikan dana sebesar AUD 3,4 juta untuk Dialog Kepemimpinan Australia-Indonesia serta program beasiswa tambahan bagi pelajar Australia untuk belajar langsung di Indonesia.
"Sudah jelas tak ada mitra yang harus lebih dipahami Australia dibanding Indonesia dan itulah mengapa anggaran pemerintahan Albanes tahun ini telah telah mengalokasikan AUD 33,2 juta untuk mendukung implementasi Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia. Termasuk AUD 11,4 juta untuk meningkatkan pendidikan bahasa Indonesia, dan AUD 3,4 juta untuk membangun Dialog Kepemimpinan Australia-Indonesia," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Watts menceritakan pengalaman kunjungan dinasnya ke Solo bersama Wakil Pimpinan Senat, Richard Colbeck. Di sana, mereka berdialog dengan tokoh-tokoh muda setempat guna memperluas perspektif mengenai peta politik dan budaya Indonesia.
"Bulan lalu, saya mengunjungi Indonesia dalam kelompok mitra Parlemen Indonesia bersama Wakil Pimpinan Senat, Richard Colbeck. Kami mengunjungi Solo, hub politik dan budaya di Jawa Tengah. Kampung halaman Presiden sebelumnya, Jokowi dan Wakil Presiden saat ini, Gibran. Keduanya sama-sama mantan wali kota tersebut. Kami menjalin hubungan dengan pemimpin-pemimpin muda, termasuk Wali Kota (Solo) Respati Ardi dan Pangeran Mangkunegara X," ucapnya.