AS Tegaskan Kesiapan Senjata untuk Lanjutkan Perang dengan Iran
Kesiapan militer Amerika Serikat untuk melanjutkan peperangan dengan Iran ditegaskan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang menyatakan bahwa persediaan senjata mereka berada dalam kondisi lebih dari cukup, seperti dilansir dari Detikcom melalui AFP.
Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertahanan Asia yang berlangsung di Singapura pada Sabtu (30/5/2026).
"Kemampuan kami untuk memulai kembali jika perlu adalah (bahwa) kami lebih dari mampu, persediaan kami lebih dari cukup untuk itu, baik di sana maupun di seluruh dunia karena bagaimana kami menyeimbangkan amunisi yang sangat baik dan lebih banyak," kata Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.
Sikap dari pihak Pentagon ini mengemuka setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya tengah mematangkan keputusan akhir terkait kelanjutan konflik atau potensi kesepakatan damai dengan Teheran.
"Saya akan bertemu sekarang, di Ruang Situasi, untuk membuat keputusan akhir," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.
Gedung Putih mengajukan syarat ketat agar Iran melarang kepemilikan senjata nuklir serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
"akan digali oleh Amerika Serikat… dalam koordinasi dan kerja sama erat dengan Republik Islam Iran, ditambah Badan Energi Atom Internasional, dan DIHANCURKAN." kata Trump, Presiden Amerika Serikat, merujuk pada persediaan uranium yang diperkaya di Iran.
Terkait adanya kabar mengenai permintaan ganti rugi finansial dari pihak Iran serta munculnya wacana investasi dari Gedung Putih, Trump memastikan belum ada kesepakatan keuangan yang dibuat.
"tidak akan ada uang yang ditukar, sampai pemberitahuan lebih lanjut." kata Trump, Presiden Amerika Serikat.
Hingga saat ini, proses diplomasi antara kedua belah pihak dilaporkan masih berada dalam tahap awal.
"hal-hal yang jauh tidak penting yang telah disepakati." kata Trump, Presiden Amerika Serikat.
Merespons situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran memberikan klarifikasi mengenai fokus kebijakan luar negeri mereka saat ini.
"Pada tahap ini, kami fokus pada mengakhiri perang, dan tidak ada negosiasi mengenai isu nuklir," kata Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran kepada TV pemerintah.
Pihak Teheran juga menyatakan bahwa pembicaraan mengenai penghentian konflik di kawasan Timur Tengah masih belum mencapai titik temu.
"kesepakatan akhir" kata Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengenai status hubungan dengan Amerika Serikat.