Aji Bayu Ramadhan Menjadi Lulusan Terbaik IPDN Tahun 2026
Aji Bayu Ramadhan, putra seorang buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur, resmi menjadi lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif mencapai 3,84 pada wisuda yang digelar di Kampus IPDN Sumedang, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026).
Prestasi gemilang lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan (TRIP) tersebut diumumkan secara langsung oleh Rektor IPDN Dr. H. Halilul Khairi, S.Sos., M.Si. dalam laporan pendidikannya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Dalam acara wisuda tersebut, pihak rektorat menyampaikan pencapaian akademis Aji yang berhasil meraih predikat dengan pujian serta penghargaan tertinggi pamong praja.
"Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan (TRIP) sejumlah 170 wisudawan dengan IPK tertinggi diraih oleh wisudawan atas nama Aji Bayu Ramadan S.Tr.IP, IPK 3,84 predikat dengan pujian asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur," ujar Halilul.
Rektor IPDN kemudian menambahkan rincian penghargaan kepamongprajaan yang disabet oleh Aji dalam momen kelulusan tersebut.
"Penerima pengerangan Kartika Sapta Abdi Praja 1 Prodi TRIP sekaligus penerima penghargaan Kartika Abdi Praja Ashta Brata sekaligus penerima Ashta Brata," imbuhnya.
Penghargaan Kartika Astha Brata sendiri merupakan penganugerahan tahunan yang diberikan khusus kepada satu orang lulusan terbaik IPDN Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan yang memiliki nilai pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan tertinggi dari seluruh praja.
Di hadapan jajaran pejabat dan undangan, Halilul juga melaporkan latar belakang keluarga Aji yang sangat sederhana.
"Bapak Menteri kami laporkan bahwa Aji Bayu berasal dari keluarga yang sederhana dan dari orang tua yang bekerja sehari-hari sebagai pekerja buruh bangunan," ungkap Halilul.
Sebelum prosesi wisuda, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sempat memanggil Aji ke depan panggung saat memberikan pembekalan kepada calon wisudawan pada Rabu (22/7/2026).
Dalam dialog tersebut, Mendagri menguji pemahaman Aji mengenai destinasi Fulan Fehan di Kabupaten Belu serta menanyakan latar belakang keluarga dan proses seleksi masuk IPDN yang diikutinya tanpa memungut biaya.
"Saya dapatkan Bintang Adi Makayasaya, lulusan terbaik. Tapi saya harus akui, persaingan di IPDN jauh lebih berat. Karena saya juara satu dari sekitar 200 taruna.
Adik-adik yang juara satu di sini, juara satu dari 1.204. Iya. Udah ada belum orangnya?
Pak Rektor sudah terpilih belum? Mana? Tampil ke depan.
Asli mana?," tanya Tito.
Aji memberikan jawaban singkat terkait daerah asalnya saat dipanggil ke depan panggung.
"NTT, Soe," jawab Aji.
Tito lantas menguji pengetahuan Aji mengenai wilayah di tempat asalnya.
"Siap, izin menyampaikan. Fulan Fehan adalah sebuah destinasi yang terdapat di Pulau Timor, di Kabupaten Belu, yang disebut 'surga di atas awan'. Di mana baru saja, Bapak Mendagri dan juga rombongan melaksanakan Festival Fulan Fehan," jawab Aji lugas.
Mendagri mengapresiasi pengetahuan Aji sebelum menanyakan profesi kedua orang tuanya.
"Wuah kamu hebat juga ngikutin saya," respons Tito kagum.
Mendagri melanjutkan pertanyaan terkait latar belakang keluarga Aji.
"Kamu anak, orang tuamu apa kerjanya? Bapak? Ibu?" cecar Tito.
Aji menjelaskan pekerjaan orang tuanya, pasangan Winoto Hadi dan Wahyuniarti.
"Siap, untuk bapak pekerjaan buruh dan ibu-ibu rumah tangga," jawab putra dari pasangan Winoto Hadi dan Wahyuniarti ini.
Mendagri kembali memastikan jenis pekerjaan ayah Aji.
"Bapak?" tanya Tito lagi.
Aji memperjelas profesi sang ayah.
"Buruh, Pak," jawab Aji.
Mendagri menanyakan spesifikasi pekerjaan buruh yang dimaksud.
"Buruh apa?" timpal Tito.
Aji menerangkan bidang pekerjaan ayahnya saat ini.
"Siap.Untuk sekarang, fokus di bidang bangunan, Pak," jawab Aji.
Mendagri memastikan kembali pekerjaan ayah Aji.
"Buruh bangunan?" tanya Tito memastikan.
Aji membenarkan hal tersebut.
"Siap," jawab Aji.
Mendagri kemudian menanyakan urutan kelahiran Aji dalam keluarga.
"Oke. Anak nomor berapa?" tanya Tito lagi.
Pemuda kelahiran 16 November 2003 itu memberikan jawaban mengenai posisinya dalam keluarga.
"Siap, anak pertama, Pak, dari dua bersaudara," jawab pria kelahiran 16 November 2003 ini.
Mendagri melayangkan pertanyaan mengenai adik Aji.
"Dari dua bersaudara. Yang nomor dua, laki-laki perempuan?" cecar Tito.
Aji menyebutkan jenis kelamin adiknya.
"Siap, perempuan, Pak," timpal Aji.
Setelah mengetahui Aji mendaftar dari Kabupaten Timor Tengah Selatan dan menjalani tes tanpa membayar di Kupang, Mendagri memberikan pujian atas transparansi sistem rekrutmen dan integritas kelulusan di IPDN.
"Siap, tidak bayar, Pak," jawab Aji tegas.
Mendagri menegaskan komitmennya terhadap proses seleksi yang bersih dan memberikan apresiasi atas pencapaian Aji.
"Tepuk tangan. Saya termasuk yang termasuk yang paling keras kalau soal urusan bayar-membayar untuk masuk sekolah pendidikan. Oke, kamu nggak tahu tempatnya.
Tapi siap ditempatkan di mana saja? Termasuk di Jakarta? Ya, saya bangga ini.
Ini contoh. Apa namanya itu? Orang tuanya buruh.
Ini berarti prosesnya, awalnya rekrutmennya benar. Dan kemudian belajarnya benar. Dia nomor satu.
Berarti ini sekolahnya juga benar. Tepuk tangan dong buat IPDN DPDN. Iya.
Karena ada juga sekolah-sekolah yang juara satunya bisa diatur," ujar Tito.
Pada pelaksanaan wisuda ini, IPDN meluluskan total 1.404 mahasiswa yang terdiri dari 45 Doktor Ilmu Pemerintahan, 73 Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, 1.204 Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, serta 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.