Airlangga Hartarto Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Aman

Share

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap aman dan berpotensi bangkit pada kuartal III serta kuartal IV tahun 2026 di Jakarta pada Jumat (10/7/2026). Pernyataan tersebut merespons laporan Bank Indonesia mengenai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mengalami penurunan berturut-turut hingga menyentuh level 117,8 pada Juni 2026, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Pemerintah memperkirakan kondisi ini masih berada dalam batas wajar dan situasi akan segera membaik pada paruh kedua tahun ini.

"Nanti kita lihat menjelang kuartal ke-III, kuartal ke-IV akan naik lagi [indeks ekonomi]," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Penurunan IKK dinilai belum mengindikasikan adanya pelemahan terhadap tingkat kepercayaan masyarakat yang signifikan. "IKK di atas 100 masih aman, kemarin kan ada Lebaran, habis Lebaran pasti turun dikit," ujar Airlangga.

Data Bank Indonesia menunjukkan tren penurunan IKK dalam tiga bulan terakhir secara beruntun, dimulai dari level 123,0 pada April, turun ke 120,9 pada Mei, hingga mencapai level terendah sejak September 2025 di angka 117,8 pada Juni. Penurunan performa ini juga diikuti oleh melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) menjadi 109,2 dari 112,2 serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang merosot ke posisi 126,4 dari 129,7.

Survei mengindikasikan terjadinya penurunan ekspektasi publik terhadap perbaikan ekonomi dalam enam bulan ke depan, di mana seluruh komponen Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) turun menjadi 119,8 dari 123,2. Persepsi ketersediaan lapangan kerja turut melemah ke angka 101,8 dari posisi 105, mendekati batas pesimis di level 100. Selain itu, indeks pembelian barang tahan lama (durable goods) melorot menjadi 105,9 dari 108,3 yang menandakan masyarakat mulai menunda belanja bernilai besar seperti kendaraan, elektronik, dan furnitur.

Perubahan perilaku konsumsi rumah tangga ini menjadi sinyal penting bagi prospek pertumbuhan semester kedua karena sektor konsumsi menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) RI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author