BEI Imbau Investor Rasional Tanggapi Pelemahan IHSG

Share

Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta para investor tidak panik dalam merespons penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah lebih dari 2 persen ke level 5.796,21 pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Pengambilan keputusan investasi diharapkan tetap mengacu pada fundamental emiten serta profil risiko masing-masing. Berdasarkan laporan dari Detik Finance, pergerakan indeks saham domestik tersebut mengalami tekanan signifikan selama dua hari bursa terakhir.

Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan pentingnya rasionalitas dalam menghadapi fluktuasi pasar modal saat ini.

"Kami tentu tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada investor untuk dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental, dan juga berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing investor," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Kondisi keuangan perusahaan tercatat dipastikan masih kokoh berdasarkan data tutup buku akhir tahun 2025. Pertumbuhan laba bersih secara keseluruhan pada periode tersebut mampu mencapai angka 21 persen.

Tren positif ini berlanjut pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan yang meyakinkan, terutama pada kelompok saham likuid.

"Khususnya untuk saham-saham dalam kelompok LQ45, terjadi pertumbuhan laba bersih hampir 30%, 29,9%," terangnya.

Kemampuan cetak laba emiten pada tiga bulan pertama tahun ini bahkan mencatatkan persentase sebaran tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

"Ya, kalau kita lihat di tahun 2020 hanya ada 63% perusahaan tercatat membukukan laba bersih. 2021-2025 itu persentasenya antara 73% sampai 76% perusahaan yang membukukan keuntungan. Kuartal pertama tahun 2026 80% membukukan laba bersih. Itu tentu menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik," pungkasnya.

Sebelumnya, IHSG mencatatkan penurunan tajam sebesar 4,11 persen ke posisi 5.941,06 pada perdagangan Rabu (3/6). Pelemahan berlanjut hari ini dengan koreksi lebih dari 2 persen hingga sempat merosot ke level terendahnya di 5.644,23.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author