Mengenali 10 Tanda Kerusakan Ginjal yang Kerap Tanpa Gejala Awal

Share

Kerusakan ginjal kerap berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui gangguan tersebut saat fungsi organ telah mengalami penurunan signifikan.

Padahal, ginjal memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Organ ini bertugas menyaring limbah serta cairan berlebih, menjaga keseimbangan mineral, dan membantu produksi sel darah merah.

Dikutip dari Bloombergtechnoz, jutaan penderita penyakit ginjal kronis tidak menyadari kondisi mereka karena gejalanya sering dianggap sebagai masalah kesehatan umum menurut National Kidney Foundation. Risiko gangguan ini lebih tinggi pada penderita hipertensi, diabetes, riwayat keluarga gagal ginjal, serta lansia di atas 60 tahun.

Penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan penumpukan racun dalam darah yang membuat tubuh terasa lemah, cepat lelah, dan sulit berkonsentrasi. Penyakit ginjal juga memicu anemia atau kekurangan sel darah merah yang berkontribusi terhadap rasa lelah.

Limbah dan racun yang tidak terbuang dengan baik melalui urine akibat fungsi ginjal tidak optimal juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Gangguan tidur seperti sleep apnea lebih sering ditemukan pada penderita penyakit ginjal kronis.

Kulit kering dan gatal menjadi tanda terganggunya keseimbangan mineral dalam tubuh akibat penurunan fungsi ginjal. Ginjal yang sehat berperan menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah menurut Kidney Care UK.

Frekuensi buang air kecil yang meningkat, terutama pada malam hari, menjadi gejala lain ketika filter ginjal terganggu. Kerusakan filter tersebut juga dapat menyebabkan darah ikut keluar melalui urine, meski kondisi ini bisa terkait infeksi saluran kemih, batu ginjal, atau tumor.

Urine yang terlihat berbusa secara berlebihan menandakan adanya protein yang ikut terbuang karena ginjal tidak mampu menyaringnya dengan baik. Kehilangan protein dalam jumlah besar ini juga memicu pembengkakan di area sekitar mata akibat penumpukan cairan.

Penurunan fungsi ginjal turut menyebabkan penumpukan sodium atau garam yang memicu pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki. Namun, gejala pembengkakan ini juga dapat dikaitkan dengan gangguan kesehatan lain seperti penyakit jantung maupun gangguan hati.

Penumpukan limbah dalam tubuh akhirnya memengaruhi nafsu makan penderita. Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit termasuk rendahnya kadar kalsium akibat gangguan ginjal dapat memicu kram otot, terutama pada area kaki.

Kepastian Diagnosis Melalui Pemeriksaan Medis

Meski sejumlah gejala tersebut sering dikaitkan dengan kerusakan ginjal, diagnosis tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis secara langsung.

Dokter umumnya akan melakukan tes darah untuk mengukur estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR) serta tes urine guna memeriksa kadar albumin dan kreatinin.

Deteksi dini ini penting dilakukan untuk mencegah kerusakan ginjal berkembang menjadi penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal yang dapat menimbulkan komplikasi lebih serius.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author