Kenali Beragam Aktivitas Janin di Trimester Ketiga Kehamilan
Memasuki trimester ketiga, janin di dalam kandungan menunjukkan berbagai aktivitas yang mencerminkan kematangan sistem saraf, otot, dan sensoriknya. Pergerakan ini bukan sekadar refleks, melainkan bagian penting dari proses persiapan kelahiran.
Janin mulai mengalami penambahan berat badan signifikan, dengan pertumbuhan lemak yang membantu pengaturan suhu tubuh setelah lahir. Berat janin dapat bertambah sekitar 225 gram per minggu pada tahap ini.
Selain bertambah gemuk, janin juga mengalami fase tidur dan aktif secara bergantian. Pola tidur mirip REM dan non-REM sudah dapat dikenali mulai usia kehamilan 28–31 minggu, sehingga saat janin diam bukan berarti tidak aktif, melainkan sedang beristirahat.
Gerakan yang paling terasa oleh ibu hamil adalah tendangan dan geliatan janin yang melibatkan tangan, kaki, hingga kepala. Respons janin terhadap rangsangan tertentu seperti sentuhan atau suara ibu dapat diamati melalui ultrasonografi 4D.
Janin juga mulai mengasah kemampuan mengisap yang penting untuk menyusu setelah lahir. Aktivitas mengisap ini meningkat saat janin berinteraksi dengan ibu, menandakan koordinasi sistem saraf dan otot yang terus berkembang.
Selain itu, janin menelan air ketuban yang berperan dalam perkembangan saluran pencernaan. Aktivitas menelan ini merupakan tanda kematangan sistem pencernaan yang berlangsung sebelum kelahiran.
Fungsi ginjal janin sudah aktif, sehingga janin dapat buang air kecil ke dalam air ketuban, yang merupakan bagian dari proses fisiologis normal selama kehamilan.
Gerakan seperti bernapas juga dilakukan janin, berupa naik-turunnya dada atau perut secara berulang. Aktivitas ini bukan bernapas sebenarnya, melainkan latihan fungsi pernapasan yang penting untuk kesiapan paru-paru.
Janin sering mengalami cegukan, yaitu kontraksi berulang pada diafragma yang bisa dirasakan ibu sebagai gerakan berirama di perut. Cegukan ini merupakan bagian dari perkembangan sistem pernapasan dan saraf janin.
Perkembangan kemampuan pendengaran janin semakin jelas pada usia kehamilan 26–28 minggu. Janin mampu merespons suara ibu dengan perubahan gerakan dan denyut jantung, sehingga interaksi seperti berbicara atau membacakan cerita menjadi momen bonding yang bermanfaat.
Respon terhadap sentuhan pada perut ibu juga semakin terlihat, dengan janin menunjukkan reaksi gerakan tangan, kepala, dan mulut. Namun, sentuhan yang lembut sudah cukup tanpa perlu menekan perut secara kuat.
Jika terjadi perubahan signifikan pada pola gerakan janin, seperti penurunan yang mencolok atau berhenti bergerak, ibu hamil disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berbagai aktivitas ini menjadi indikator perkembangan dan kesiapan janin menuju proses kelahiran, menunjukkan bahwa janin sangat aktif dan terus belajar di dalam kandungan hingga saatnya lahir ke dunia.
Informasi ini dikutip dari HaiBunda sebagai sumber terpercaya mengenai perkembangan kehamilan dan aktivitas janin.