Kucing Terapi Pinecone Bantu Siswa Sekolah Fokus Belajar Seni

Share

Sebuah ruang kelas seni di Rhode Island, Amerika Serikat, menghadirkan suasana belajar yang unik dengan melibatkan seekor kucing bernama Pinecone sebagai asisten guru.

Kehadiran hewan berbulu ini dilansir dari Detikcom, sukses menarik perhatian karena mampu membantu para siswa menjadi lebih fokus selama kegiatan belajar mengajar.

Pinecone dibawa oleh seorang guru seni bernama Kayleigh Smith ke sekolah setidaknya dua kali dalam seminggu.

Kucing tersebut bukan sekadar hewan peliharaan biasa, melainkan hewan terapi resmi yang sudah mengantongi sertifikasi.

Ide menghadirkan kucing di sekolah muncul karena Smith terinspirasi oleh anjing terapi yang menjadwalkan kunjungan rutin seminggu sekali ke sekolah tersebut.

Smith meyakini bahwa kucing juga memiliki kemampuan yang sama dengan anjing dalam memberikan dampak positif bagi para murid.

Sejak kecil, Pinecone dikenal memiliki kepribadian yang sangat tenang dan mudah bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Karakter alami inilah yang membuat Smith merasa yakin bahwa Pinecone sangat cocok untuk dilibatkan dalam lingkungan pendidikan.

"Kelas seni bisa menjadi sangat kacau. Namun, dengan adanya Pinecone, anak-anak menjadi lebih sadar akan diri mereka sendiri, ruang mereka, tubuh mereka, hingga volume suara mereka," ungkap Smith, dilansir The Mirror US.

Dampak kehadiran Pinecone langsung terlihat pada perubahan sikap para murid di dalam ruang kelas seni.

Para siswa dilaporkan menjadi jauh lebih tenang dan mampu berkonsentrasi dengan baik pada tugas-tugas mereka.

"Mereka lebih tenang dan lebih fokus, ditambah lagi para staf juga sangat menyukainya!" lanjutnya.

Pinecone harus melewati proses pelatihan yang panjang sebelum akhirnya diizinkan berinteraksi langsung dengan siswa di dalam kelas.

Smith membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melatih Pinecone agar terbiasa dengan suasana sekolah yang bising dan ramai.

Latihan dimulai sejak dini dengan membiasakan Pinecone mengenakan tali kekang (harness) saat berada di luar ruangan.

Proses adaptasi awal ini memakan waktu sekitar lima bulan agar sang kucing merasa nyaman.

Selain itu, Smith mengikuti kursus daring khusus selama 12 hingga 13 jam yang diselenggarakan oleh organisasi Pet Partners.

Melalui program tersebut, Pinecone dilatih menghadapi suara keras, peralatan medis, hingga berinteraksi dengan orang asing yang belum pernah ditemui.

Ujian terakhir dari proses sertifikasi ini melibatkan evaluasi langsung bersama 10 orang sukarelawan.

Para sukarelawan mempraktikkan berbagai skenario tidak terduga untuk menguji tingkat kepatuhan dan ketenangan Pinecone.

Hasil evaluasi menyatakan Pinecone lulus dengan predikat yang sangat memuaskan.

Uji Coba Sukses Sebelum Bertugas Resmi

Smith terlebih dahulu melakukan uji coba di lingkungan sekolah setelah mendapatkan persetujuan langsung dari kepala sekolah.

Tahap uji coba tersebut berjalan sukses dan mendapat respons yang sangat positif dari seluruh siswa maupun staf pengajar.

Banyak pihak merasakan peningkatan suasana hati yang gembira dan ketenangan saat berada di dekat Pinecone.

Setelah mengantongi sertifikat resmi, Smith mengajukan izin formal kepada pengawas distrik sekolah.

Izin resmi dari pengawas distrik akhirnya terbit pada bulan Januari 2026 yang lalu.

Persetujuan ini membuat Pinecone resmi menjadi penghuni tetap yang bertugas di kelas seni setiap minggu.

Kini, Pinecone mendapatkan julukan sebagai raja di dalam kelas oleh orang-orang di sekolah.

Kehadirannya terbukti memberikan warna baru bagi metode pembelajaran seni yang menyenangkan sekaligus inklusif bagi semua murid.

Pihak manajemen sekolah sepenuhnya mendukung inisiatif ini karena melihat kontribusi nyata dari sang kucing terhadap kenyamanan lingkungan belajar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author