Pelanggan Keluhkan Lonjakan Tagihan Air PAM Jaya di Jakarta
Sejumlah pengguna layanan PAM Jaya mengeluhkan lonjakan tagihan air yang dinilai tidak wajar pada Mei 2026 setelah volume pemakaian pada angka meteran melonjak drastis.
Seperti dilansir dari Detik Finance, salah satu pelanggan menunjukkan bukti pembayaran di media sosial Threads mengenai tagihan yang melonjak dari sekitar Rp 30 ribu pada April 2026 menjadi Rp 760 ribu pada Mei 2026.
Kenaikan signifikan tersebut berjalan selaras dengan peningkatan angka meter air dari semula 5 pada April 2026 menjadi 69 pada Mei 2026, meskipun konsumen mengaku volume penggunaan air di rumahnya tetap berjalan normal.
Merespons keluhan tersebut, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menegaskan bahwa pihak manajemen tidak melakukan penyesuaian harga struktur tarif sejak akhir tahun 2024.
"Tidak ada kenaikan tarif kecuali akhir 2024 Desember," ujar Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM Jaya ketika dikonfirmasi pada Selasa (2/6/2026).
Pihak manajemen menduga pembengkakan biaya tersebut disebabkan oleh kebocoran pada instalasi pipa di dalam area tempat tinggal pelanggan sendiri.
"Bisa jadi kebanyakan ada kebocoran internal rumah, karena kebanyakan setelah didatangi temuannya banyak kebocoran di rumah internal seperti pelampung atau pipa pecah dan lain-lain yang telat terdeteksi," jelas Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM Jaya.