Ledakan Granat di Sekolah Kabul Melukai 42 Anak
Insiden ledakan granat mengguncang sebuah pusat pendidikan swasta di Dasht-e-Barchi, Kabul bagian barat, Afghanistan, dan mengakibatkan sedikitnya 42 anak mengalami luka-luka, dilansir dari Detikcom pada Rabu (19/8/2026). Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) melaporkan bahwa para korban yang terdampak ledakan tersebut berada pada rentang usia sembilan hingga 14 tahun. Penjelasan teknis mengenai pemicu ledakan dipaparkan oleh Direktorat Koordinasi Aksi Ranjau Afghanistan bersama kepolisian Kabul yang mengonfirmasi bahwa amunisi berupa granat menjadi penyebab utama ledakan di area sekolah dasar swasta tersebut.
Seorang warga setempat berusia 38 tahun menyatakan bahwa ledakan terjadi tepat saat jam pulang sekolah, hingga menimbulkan banyak korban luka yang sulit dihitung di lokasi kejadian.
Perwakilan dari pihak PBB memberikan tanggapan resmi mengenai peristiwa tragis yang menimpa fasilitas pendidikan di Kabul tersebut. "UNAMA belum memastikan kronologi ledakan tersebut," ujar seorang juru bicara.
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa terdapat "laporan yang simpang siur, apakah ini serangan atau akibat sisa bahan peledak yang belum meledak." Dalam keterangan tertulis terpisah, PBB menyampaikan simpati sekaligus mendesak dilakukannya investigasi atas peristiwa tersebut.
"Doa kami menyertai anak-anak yang terluka beserta keluarga mereka," kata UNAMA. Misi tersebut menekankan pentingnya keamanan di area belajar-mengajar melalui pernyataan resminya. "Kami mendesak dilakukannya penyelidikan untuk mengungkap kronologi insiden ini. Sekolah dan pusat pendidikan harus senantiasa aman."
Kecaman atas peristiwa ini juga disampaikan oleh pejabat hak asasi manusia PBB yang menyoroti kerentanan wilayah sasaran.
Richard Bennett, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Afghanistan, sebelumnya mengecam serangan keji di dekat sekolah di kawasan Dasht-e-Barchi, Kabul bagian barat–wilayah yang menjadi tempat tinggal komunitas Syiah Hazara yang secara historis kerap menjadi sasaran persekusi. Pihak pengelola sekolah dasar swasta tersebut mengunggah pesan di halaman Facebook resmi untuk meminta doa dari masyarakat bagi para korban luka, tanpa merinci kronologi kejadian. Kawasan Dasht-e-Barchi memiliki rekam jejak serangan mematikan, termasuk bom mobil di luar sekolah perempuan pada 2021 yang menewaskan 90 orang, serta aksi teror dari Kelompok Negara Islam (ISIS) yang kerap menargetkan penganut Syiah.