Luhut Minta Maaf ke Investor Global Terkait Gejolak Pasar Indonesia
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah investor dan pengelola aset global di Singapura pada Kamis pagi karena sebagian dari mereka terdampak negatif oleh gejolak pasar modal di Indonesia.
Langkah ini diambil di tengah upaya pemerintah mengendalikan dampak lonjakan harga minyak mentah dunia yang mencapai US$100 per barel. Angka tersebut jauh melampaui asumsi awal APBN 2026 yang ditetapkan sebesar US$70 per barel.
Berdasarkan dokumentasi dari akun Instagram pribadinya, Luhut memanfaatkan pertemuan di Singapura itu untuk menjelaskan kondisi riil perekonomian domestik sekaligus menyerap aspirasi langsung dari para pelaku pasar internasional.
"Saya juga minta maaf, mungkin sebagian dari Anda terdampak negatif oleh situasi ini," kata Luhut, saat memberi penjelasan kepada investor yang hadir.
Meskipun terjadi gejolak, Luhut memastikan bahwa pemerintah Indonesia berhasil menjaga tingkat inflasi domestik tetap terkendali pada level 2,4 persen sampai saat ini.
"Kami berusaha agar tidak turun, tetapi sejujurnya kepada Anda, sekali lagi karena hanya minyak," imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah menyusun berbagai skenario mitigasi risiko guna menjaga keseimbangan fiskal dan meningkatkan penerimaan negara meskipun tekanan eksternal belum mereda.
"Jadi ini seperti perang … bagaimana kita membawa keseimbangan dari situasi ini," jelas Luhut, dengan menegaskan bahwa ia memiliki latar belakang dari militer, sebelum masuk ke pemerintahan.
Selain faktor global, gejolak di bursa saham domestik juga dipengaruhi oleh agenda transformasi integritas pasar modal yang sedang berjalan. Dinamika ini sempat dibahas dalam pertemuan antara Luhut dan Otoritas Jasa Keuangan pada Senin.
"Saya menekankan secara khusus kepada mereka terkait reformasi pasar modal. Langkah OJK sejauh ini sudah tepat, tetapi kita harus akui bahwa sebagian investor global masih 'wait and see', apakah implementasinya bisa konsisten sehingga meningkatkan kredibilitas pasar modal," ujar Luhut dalam unggahan sosial media resmi miliknya, saat melakukan Rapat Bersama OJK, Senin (18/5/2026).
Luhut menilai reformasi besar-besaran yang dijalankan oleh OJK dan Self-Regulatory Organization bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih transparan dan bebas dari praktik manipulasi kelompok tertentu.
"Langkah OJK sejauh ini sudah tepat, tetapi kita harus akui bahwa sebagian investor global masih wait and see apakah implementasinya bisa konsisten sehingga meningkatkan kredibilitas pasar modal. Karena pasar modal itu kuncinya hanya satu, trust. Dan kepercayaan itu dibuktikan dengan kebijakan yang stabil dan punya kepastian hukum dalam jangka panjang," kata Luhut dalam unggahan Instagram resminya, dikutip Rabu (20/5/2026).
Sebelum pengumuman perubahan komposisi indeks Mei 2026, Luhut juga sempat berdiskusi dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International untuk mendengar proyeksi mereka terhadap bursa saham Indonesia.
“Mereka sampaikan betapa besarnya harapan terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa potensi kita luar biasa besar, maka dari itu momentum emas ini tidak boleh kita sia-siakan,” ujar Luhut.
Di sisi lain, kestabilan sektor keuangan tidak hanya bertumpu pada pasar saham. Dilansir dari Bloomberg Technoz, peningkatan rasio kredit bermasalah pada Bank Perekonomian Rakyat turut menjadi perhatian serius pemerintah.
"Membangun kepercayaan terhadap perekonomian bangsa bukan hanya tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.