Gempa NTT Tewaskan 70 Orang dan Rusak 11 Ribu Rumah
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur sejak Sabtu, 15 Agustus 2026, mengakibatkan 70 orang meninggal dunia dan merusak 11.925 rumah warga hingga Selasa, 18 Agustus 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 40.040 jiwa mengungsi akibat dampak psikologis dan kerusakan bangunan. Wilayah Kabupaten Manggarai Timur menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai 15.465 jiwa.
Di Kabupaten Manggarai Timur, korban jiwa tercatat sebanyak 25 orang tewas, 442 orang luka berat, dan 513 orang luka ringan. Sementara di Kabupaten Manggarai, tercatat 27 orang meninggal dunia, 31 orang luka berat, dan 88 orang mengalami luka ringan.
Kerusakan infrastruktur rumah warga mencakup 5.516 unit rusak berat, 1.916 unit rusak sedang, dan 4.493 unit rusak ringan. Kerusakan bangunan tertinggi berada di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, serta Kabupaten Ngada.
Dampak bencana juga melumpuhkan fasilitas pemerintahan di Kabupaten Sikka setelah gedung Kantor Bupati Sikka mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan dinding ruangan. Bupati dan Wakil Bupati Sikka terpaksa memindahkan pusat koordinasi pelayanan ke Posko Tanggap Darurat BPBD.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan penjelasan terkait data warga yang berada di lokasi pengungsian.
"Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan warga," kata Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Ia juga membeberkan perincian total bangunan tempat tinggal warga yang terdampak oleh guncangan bencana tersebut.
"Total rumah yang rusak sebanyak 11.925 unit, dengan rincian rusak berat sebanyak 5.516 unit, rusak sedang sebanyak 1.916 unit, rusak ringan 4.493 unit," kata Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Pemerintah pusat saat ini sedang merencanakan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi bencana di Nusa Tenggara Timur. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pemerintah masih memantau kesiapan sarana pendukung di lapangan.
"Sedang direncanakan. Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan bukan kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Mensesneg menambahkan bahwa kedatangan kepala negara memerlukan penanganan teknis dan persiapan tempat yang matang di area terdampak.
"Karena kehadiran seorang Presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Pemerintah terus menerima laporan berkala dari lembaga penanggulangan bencana dan mengapresiasi bantuan dari berbagai pemerintah daerah lain.
"Jadi yang penting adalah kami setiap hari memonitor, ya, para menteri juga melaporkan, Kepala Basarnas setiap hari laporan kepada kami, kemudian BNPB juga laporan dan kami juga mengapresiasi karena banyak pemerintah provinsi, pemerintah daerah yang lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya seperti dari Pemprov Jawa Tengah. Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Sektor energi di daerah terdampak secara bertahap mulai pulih setelah gardu induk listrik kembali menyala dan distribusi BBM mulai disalurkan kembali.
"Perlahan-lahan sudah mulai ada perbaikan, termasuk juga listrik. Awalnya banyak daerah yang kena itu mati lampu, sekarang perlahan-lahan sudah bisa kita selesaikan," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Menteri ESDM menegaskan penanganan pasokan energi terus dikawal langsung oleh pimpinan BUMN terkait di lapangan.
"Sudah barang tentu belum 100% karena gardu induknya itu sudah nyala tapi untuk suplai ke lokasinya itu yang membutuhkan beberapa waktu lagi sedikit. Tapi kita akan bekerja keras terus, Dirut Pertamina sama PLN kemarin masih berada di lokasi bencana dan kita sangat serius ya," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mengomparasi data total korban terdampak hingga hari ketiga penanganan evakuasi.
"Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB, telah kami kompulir, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang," kata Laksma TNI Yudhi Bramantyo, Direktur Operasi Basarnas.
Tim SAR gabungan kini mengalihkan fokus operasi ke pemulihan medis di daerah sulit jangkau seperti Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur.
"Operasi yang kita lakukan hanya tinggal penyisiran karena berdasarkan laporan atau masukan data dari para korban tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian," kata Laksma TNI Yudhi Bramantyo, Direktur Operasi Basarnas.
Sementara di Kabupaten Sikka, Bupati Juventus Prima Yoris Kago memastikan pelayanan publik dan penanganan bencana tetap berjalan meski kantor bupati rusak berat.
“Kita harus tetap bekerja, melayani masyarakat dan memastikan seluruh penanganan bencana berjalan dengan baik. Untuk sementara, kami berkantor dan melakukan koordinasi dari Pos Tanggap Darurat BPBD,” kata Juventus Prima Yoris Kago, Bupati Sikka.
Pemerintah Kabupaten Sikka memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan keselamatan warga di seluruh kecamatan.
“Kita sedang menghadapi situasi yang tidak mudah. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah harus hadir bersama masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa sendiri menghadapi bencana ini,” kata Juventus Prima Yoris Kago, Bupati Sikka.
Akses menuju Pulau Palue yang dekat dengan titik pusat gempa Flores juga dilaporkan masih terhalang material longsor dan distribusi bantuan ke wilayah tersebut masih terbatas.