Kemensos Salurkan Bantuan Rp 13 Miliar untuk Gempa NTT
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan indikatif senilai Rp 13,21 miliar untuk penanganan darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Penanganan bencana ini bertepatan dengan pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Manggarai, Senin (17/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono menghadiri upacara tersebut bersama Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit dan jajaran pemerintah daerah setempat. Kehadiran pejabat pusat di lokasi bencana bertujuan untuk memastikan perlindungan bagi masyarakat terdampak.
"Semangat kemerdekaan hari ini kita wujudkan dengan bergotong royong, saling menguatkan, dan memastikan saudara-saudara kita yang terdampak bencana mendapatkan perlindungan serta bantuan yang mereka butuhkan," kata Agus, dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).
Agus memantau langsung kesiapan penanganan darurat di NTT sejak Sabtu (15/8/2026) bersama jajaran kementerian terkait. Berdasarkan data penanganan darurat per 17 Agustus 2026 pukul 12.11 WIB, Kemensos menyiapkan 48 ton beras reguler serta 5.000 paket sembako untuk wilayah Nagekeo, Sikka, Manggarai, dan Ngada.
Realisasi penyaluran sembako secara akumulatif telah mencapai 3.500 paket hingga 17 Agustus. Bantuan logistik lain seperti 250 lembar selimut juga didistribusikan ke Kabupaten Ngada, didukung operasional dapur umum yang tersebar di Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende.
Selain logistik, Kemensos menyiapkan alokasi santunan senilai Rp 15 juta untuk masing-masing 54 korban meninggal dunia. Pemerintah juga mengalokasikan santunan sebesar Rp 5 juta untuk tiap korban luka yang tercatat sebanyak 199 orang.
"Yang paling penting sekarang adalah memastikan bantuan terus bergerak dan sampai kepada masyarakat. Kita bekerja bersama pemerintah daerah, Tagana, BNPB, TNI/Polri, serta seluruh unsur yang terlibat," ujar Agus.
Usai kegiatan upacara bendera, penyerahan bantuan secara langsung dilakukan kepada warga terdampak di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai.
"Di tengah peringatan kemerdekaan ini, kita ingin memastikan tidak ada masyarakat yang menghadapi bencana sendirian. Negara hadir, pemerintah bekerja, dan kita semua bergotong royong untuk bangkit bersama," pungkasnya.