Perempuan Pertama Suku Bajo Raih Gelar Doktor dan Jadi Dosen di Wakatobi
Surni, perempuan pertama dari suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, berhasil meraih gelar doktor dan kini mengabdi sebagai dosen di Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi, sebagai bukti bahwa pendidikan dapat membuka peluang meski berasal dari daerah terbatas, kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ulhaq.
Wakatobi adalah wilayah dengan 96 persen wilayahnya berupa perairan, tempat suku Bajo hidup dan bermimpi. Surni menjadi tokoh penting sebagai doktor pertama dari suku ini, yang menginspirasi banyak anak di daerah tersebut.
"Saya juga bertemu dengan seorang perempuan, perempuan pertama suku Bajo yang meraih gelar Doktor," ujar Fajar dalam acara Penganugerahan Beasiswa SCG Sharing The Dream 2026, dikutip dari YouTube SCG, Minggu (16/8/2026).
Setelah meraih gelar doktor, Surni memilih kembali ke kampung halamannya dan mengabdi sebagai dosen di ITBM Wakatobi.
"Jadi ada perempuan suku Bajo meraih gelar Doktor dan sekarang dia menjadi dosen di Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi. Jadi satu suku yang hidup di perairan, yang hidup di laut, ternyata punya mimpi dan bisa meraih jenjang pendidikan tinggi dan itu berkat pendidikan," tambah Fajar.
Fajar menegaskan bahwa pendidikan bagi anak-anak suku Bajo bukan hanya soal belajar di kelas, melainkan juga memberi harapan dan keberanian untuk bermimpi tentang masa depan yang lebih baik.
Siswa di Wakatobi mayoritas adalah anak-anak suku Bajo dengan cita-cita beragam, seperti menjadi guru, dokter, tentara, dan polisi.
"Saya tanya apa mimpi mereka ketika nanti sudah besar. Di antara mereka bercita-cita bermimpi menjadi guru, menjadi dokter, menjadi tentara dan polisi," kata Fajar.
Fajar juga mengamati motivasi unik dari anak-anak tersebut, yakni keinginan mengembangkan teknologi yang dapat membantu orang tua mereka mencari ikan di laut.
"Jadi kita bisa melihat bagaimana pendidikan telah membangun mimpi seorang anak suku Bajo sehingga mereka bermimpi suatu hari bisa menempuh pendidikan yang lebih baik," ujar Fajar.