DPR Dukung Kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

Share

Anggota DPR RI Fraksi PAN Ashabul Kahfi mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis. Dukungan tersebut disampaikan pada Minggu (16/8/2026) sebagai respons atas pidato kenegaraan Presiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Meski mengapresiasi langkah pemerintah, Kahfi memberikan catatan kritis agar pelaksanaan program tersebut tidak sekadar mengejar kuantitas penerima manfaat. Pelaksanaan ke depan dinilai harus berfokus pada kualitas gizi, keamanan pangan, serta ketepatan sasaran bagi anak-anak Indonesia.

"Saya mengapresiasi pandangan Bapak Presiden bahwa Program Makan Bergizi Gratis perlu terus dilanjutkan. MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita. Tetapi saya juga sepakat bahwa kelanjutannya harus disertai perbaikan dan efisiensi yang serius," kata Kahfi, Kapoksi Komisi IX DPR Fraksi PAN.

Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar operasional prosedur pengelolaan makanan, kebersihan, dan kompetensi sumber daya manusia. Penindakan tegas perlu diambil jika ditemukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tidak memenuhi standar keselamatan.

"Kita perlu memastikan apakah makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, tepat sasaran, dan pada akhirnya menghasilkan perbaikan status gizi penerima manfaat," ucap Kahfi, Kapoksi Komisi IX DPR Fraksi PAN.

Pengawasan tersebut dianggap krusial demi menjaga keselamatan anak-anak yang menjadi sasaran utama program. Menurutnya, standar operasional di lapangan tidak boleh dikompromikan demi alasan apa pun.

"Kalau ada SPPG yang tidak memenuhi standar, harus dievaluasi dan diberikan tindakan tegas. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas," ujar Kahfi, Kapoksi Komisi IX DPR Fraksi PAN.

Kahfi juga menegaskan bahwa efisiensi anggaran harus dilakukan dengan memangkas pemborosan serta memperkuat rantai pasok lokal dari petani dan nelayan. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk mencegah penyimpangan dan kebocoran anggaran distribusi.

"Pengadaan bahan pangan juga sedapat mungkin memberdayakan petani, nelayan, peternak, koperasi dan UMKM lokal," kata Kahfi, Kapoksi Komisi IX DPR Fraksi PAN.

Selain itu, pemerataan akses ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal menjadi perhatian agar tidak terjadi penumpukan program hanya di wilayah tertentu.

"Kami mendukung MBG untuk dilanjutkan. Tetapi tahun berikutnya harus menjadi fase konsolidasi dan peningkatan kualitas. Ukuran keberhasilannya tidak cukup berapa juta porsi yang dibagikan, tetapi seberapa besar program ini memperbaiki status gizi, kesehatan dan kualitas anak-anak Indonesia," imbuh Kahfi, Kapoksi Komisi IX DPR Fraksi PAN.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengatasi masalah stunting yang masih dialami oleh sekitar 25 persen anak-anak di Indonesia. Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi agar anak-anak tidak belajar dalam kondisi lapar.

"Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi dan kita laksanakan pada pagi hari ini untuk mengatasi itu, untuk mengatasi stunting yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25 persen, 1 dari 4 anak Indonesia ada yang mengalami stunting," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Presiden menjelaskan bahwa kondisi stunting menghambat perkembangan sel-sel tubuh anak dan berpotensi menurunkan kualitas hidup mereka di masa depan. Oleh sebab itu, program Makan Bergizi Gratis dipastikan terus berjalan dengan perbaikan tata kelola.

"Dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG tapi dengan perbaikan dan efisiensi," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author