Ulama Ungkap Tugas Istri dalam Islam Tidak Meliputi Pekerjaan Rumah

Share

Pekerjaan rumah tangga kerap dianggap sebagai kewajiban mutlak perempuan setelah menikah. Namun, pembahasan fikih Islam menunjukkan pandangan yang lebih luas terkait peran domestik tersebut, seperti dilansir dari HaiBunda.

Para ulama menegaskan bahwa urusan dapur hingga membersihkan rumah tidak secara otomatis menjadi beban syariat yang harus ditanggung istri seorang diri. Dalam buku Istri Bukan Pembantu karya Ahmad Sarwat, kitab Al-Muhadzdzab karangan Asy-Syirazi dari Mazhab Asy-Syafi'iyah menjelaskan bahwa istri tidak diwajibkan memberikan pelayanan domestik seperti memasak atau mencuci.

Kewajiban utama yang ditetapkan dalam pernikahan berkaitan dengan pelayanan seksual. Sementara itu, bentuk pelayanan lain di luar hal tersebut tidak dibebankan secara khusus kepada pihak istri.

Pandangan senada turut disampaikan oleh para ulama dari mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Al-Hanabilah, hingga Adz-Dzahiri. Seluruhnya berpendapat bahwa istri pada dasarnya tidak diwajibkan berkhidmat kepada suami dalam urusan domestik.

Meski tidak bersifat wajib, menjalankan aktivitas rumah tangga tetap bernilai kebaikan dan kasih sayang jika dilakukan secara ikhlas. Setiap pekerjaan rumah yang dikerjakan istri dapat menjadi ladang ibadah.

Islam menempatkan suami dan istri sebagai pasangan yang saling melengkapi dalam mengelola kehidupan keluarga. Terdapat beberapa peran penting yang dapat dijalankan seorang istri untuk membangun rumah tangga yang harmonis.

1. Menjadi Pemimpin di Rumah Suami

Istri memegang amanah besar dalam mengatur suasana rumah dan mendampingi suami. Rasulullah SAW bersabda:

"Suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa kepemimpinan menghadirkan tanggung jawab bagi kedua belah pihak. Pembagian peran dapat disepakati bersama sesuai kemampuan masing-masing.

2. Mengatur Kebutuhan Keluarga

Peran mengelola kebutuhan harian, merencanakan prioritas belanja, hingga mengatur pengeluaran membutuhkan ketelitian. Suami dan istri disarankan terbuka mengenai kondisi keuangan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Pengelolaan ini merupakan bentuk kerja sama, sementara kewajiban memberikan nafkah tetap berada di tangan suami. Suami memberikan nafkah sesuai kemampuan, dan istri membantu mengelolanya secara bijak.

3. Menciptakan Suasana Rumah yang Nyaman

Kenyamanan rumah tidak hanya bergantung pada kebersihan fisik, tetapi juga rasa aman dan kasih sayang. Pekerjaan membersihkan rumah idealnya dikerjakan bersama agar terasa lebih ringan.

Selain menjaga kerapian, kenyamanan spiritual juga perlu dihidupkan. Membaca Al-Qur'an serta beribadah bersama menjadi sarana mendekatkan seluruh anggota keluarga kepada Allah SWT.

4. Membangun Rumah Tangga Berlandaskan Keimanan

Istri dapat mengambil peran aktif mengarahkan keluarga pada kebiasaan baik seperti salat dan berdoa. Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Ra'd ayat 28:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."

Ayat tersebut menegaskan bahwa ketenangan hati lahir dari kedekatan kepada Allah SWT. Pembentukan keluarga yang religius menjadi tanggung jawab bersama antara suami dan istri.

5. Menjadikan Rumah Tempat Kasih Sayang

Saling menghargai, bertutur kata lembut, dan memberikan dukungan saat menghadapi kesulitan merupakan kunci keharmonisan. Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 21:

وَمِنْ اٰيٰتٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

"Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."

Pada akhirnya, pembagian tugas domestik disesuaikan dengan kesepakatan dan kondisi setiap keluarga. Pekerjaan rumah tangga yang dikerjakan bersama atas dasar kerelaan akan mempererat hubungan suami istri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author