Menko Polkam Duga Kebakaran Hutan Gunung Bromo Akibat Human Error
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menduga kebakaran hutan di Gunung Bromo, Jawa Timur, disebabkan oleh human error dari aktivitas pengunjung yang mencoba menghangatkan diri.
Djamari mengatakan dugaan itu didasarkan pada kondisi suhu dingin di kawasan Bromo yang membuat pengunjung menyalakan api. Namun, api tersebut kemungkinan lupa dipadamkan sehingga memicu kebakaran.
"Bromo ini kan dingin. Kemudian banyak orang di situ datang, mungkin sambil kedinginan-kedinginan dia bakar, gitu ya, atau jangan lupa mungkin memadamkannya," ujar Djamari di Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Djamari juga mengingat kejadian kebakaran di kawasan Bromo pada tahun-tahun sebelumnya yang juga dipicu oleh aktivitas pengunjung, seperti berfoto-foto yang menyebabkan kebakaran.
"Seperti tahun yang lalu kan orang hanya berfoto-foto saja kan bisa terbakar," tambahnya.
Saat ditanya apakah kebakaran ini benar disebabkan faktor manusia dan bukan faktor alam, Djamari menegaskan bahwa hal itu adalah dugaan human error.
"Kira-kira begitu, karena human error. Iya, human error," kata Djamari.
Di sisi lain, Djamari menyampaikan bahwa kebakaran di kawasan Bromo telah berhasil ditangani dan saat ini hanya tersisa satu hingga dua titik api.
"Bromo ini Pak BNPB dan Menteri Kehutanan baru tadi malam pulang. Mungkin pagi ini baru saja terjadi. Jadi tadi dilaporkan juga bahwa itu sudah kita selesaikan, tinggal satu titik dua titik saja," ujarnya.