Bank Indonesia Sambungkan Proyek Strategis Rp62,13 Triliun dengan Investor di Kalimantan

Share

Bank Indonesia menghubungkan 15 proyek strategis senilai Rp62,13 triliun dengan 20 investor domestik dan asing di Forum Investasi Pamor Borneo 2026, menghasilkan 12 kesepakatan awal investasi, kata pejabat pada Jumat. Haris Munandar, kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, menjelaskan forum tersebut menghubungkan pemilik proyek dengan calon investor melalui seminar dan sesi pencocokan bisnis untuk mengeksplorasi peluang sekaligus mengatasi hambatan pelaksanaan proyek. "Sebanyak 15 proyek strategis senilai Rp62,13 triliun dipresentasikan di forum tersebut," ujar Munandar.

Dalam forum itu, 20 investor melakukan pertemuan bisnis dengan pemilik proyek sehingga menghasilkan 12 Surat Pernyataan Minat sebagai tindak lanjut awal negosiasi investasi.

Bank Indonesia bertindak sebagai fasilitator untuk mempertemukan pemilik proyek dengan investor guna mendukung proses negosiasi dan percepatan investasi. Proyek-proyek tersebut berasal dari Kalimantan Selatan dan provinsi lain di Pulau Kalimantan, tambah Munandar. Proyek terbesar yang ditawarkan adalah pabrik pengolahan hilir batu bara menjadi metanol di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dengan investasi sekitar Rp46,17 triliun.

Proyek penting lainnya termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Kusan di Kabupaten Tanah Bumbu senilai Rp2,6 triliun serta pengembangan Pelabuhan Margasari Baru di Kabupaten Tapin sebesar Rp1,69 triliun. Forum juga mempromosikan proyek industri oleokimia di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan, Kutai Timur, senilai Rp8,6 triliun dan Sistem Penyediaan Air Minum Sepaku Semoi di Balikpapan senilai Rp2,15 triliun.

Kesempatan investasi lainnya adalah proyek pemanfaatan limbah menjadi energi di Palangka Raya senilai Rp780 miliar dan budidaya udang vannamei di Sukamara sebesar Rp140 miliar. Munandar menegaskan penyelesaian hambatan investasi penting untuk mempercepat pelaksanaan proyek karena investasi menciptakan lapangan kerja, merangsang aktivitas ekonomi, memperkuat industri hilir, serta menghasilkan output bernilai tambah yang lebih tinggi di seluruh Kalimantan. Bank Indonesia berharap 12 Surat Pernyataan Minat yang ditandatangani di forum ini dapat berlanjut kepada pelaksanaan proyek, mendukung transformasi Kalimantan menjadi pusat ekonomi yang kompetitif, beragam, dan berkelanjutan serta menjadi salah satu pusat pertumbuhan nasional Indonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author