Bank BRI Salurkan KUR 2026 Patok Bunga 6 Persen bagi Pelaku UMKM
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat hingga Agustus 2026 guna mendukung permodalan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Program skema pinjaman subsidi pemerintah ini menawarkan plafon pendanaan mulai dari Rp1 juta hingga Rp500 juta dengan tingkat suku bunga yang tetap dipatok 6 persen efektif per tahun bagi debitur penerima pinjaman pertama.
Penyaluran dana pembiayaan ini difokuskan untuk mendorong sektor UMKM dan Industri Kecil Menengah yang membutuhkan penambahan modal kerja maupun investasi. Manajemen menetapkan batas maksimal pinjaman untuk kategori KUR Mikro BRI sebesar Rp50 juta per debitur, sementara kategori KUR Kecil melayani kebutuhan pembiayaan di atas Rp50 juta hingga batas maksimal Rp500 juta.
Skema pengembalian pinjaman dirancang fleksibel menyesuaikan kebutuhan arus kas pelaku usaha. Debitur dapat memilih jangka waktu angsuran atau tenor mulai dari 12 bulan, 24 bulan, 36 bulan, 48 bulan, hingga maksimal 60 bulan. Untuk kategori Kredit Modal Kerja, batas waktu pengembalian ditetapkan maksimal 3 tahun, sedangkan kategori Kredit Investasi diberikan kelonggaran hingga 5 tahun.
"Suku bunga KUR BRI ditetapkan sebesar 6 persen efektif per tahun atau setara dengan 0,5 persen per bulan untuk pengajuan pinjaman pertama kali."
Sesuai dengan ketentuan operasional yang berlaku, skema KUR Mikro BRI juga membebaskan debitur dari pembebanan biaya administrasi maupun provisi. Hal ini bertujuan agar margin keuntungan dari operasional usaha mikro tidak tergerus oleh biaya transaksi awal pembiayaan.
Simulasi Angsuran dan Tabel KUR BRI Hari Ini
Penetapan nilai angsuran bulanan bertumpu pada besaran plafon yang disetujui serta durasi tenor yang dipilih oleh pelaku usaha. Berdasarkan perhitungan skema bunga 6 persen per tahun, skema pengembalian menghadirkan variasi nominal angsuran yang terjangkau bagi modal kerja harian.
Simulasi Angsuran Skema Mikro (Rp1 Juta – Rp50 Juta)
Pada kelompok pengajuan skala mikro, nominal cicilan bulanan tercatat berkisar dari Rp21.667 hingga Rp4.416.667. Simulasi ini memberikan gambaran beban pengembalian bagi pemilik usaha kecil yang memerlukan permohonan dana tahap awal.
Simulasi Angsuran Skema Menengah (Rp60 Juta – Rp150 Juta)
Bagi pelaku usaha yang memerlukan penetapan skala pembiayaan lebih besar, pengajuan dana pada kisaran Rp60 juta hingga Rp150 juta menghasilkan simulasi cicilan bulanan yang berkisar dari Rp1.300.000 hingga Rp13.250.000 tergantung pada masa tenor peminjaman yang disepakati.
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan | Tenor 60 Bulan |
|---|---|---|---|---|
| Rp1.000.000 | Rp86.067 | Rp44.321 | Rp30.422 | Rp21.667 |
| Rp10.000.000 | Rp860.667 | Rp443.208 | Rp304.219 | Rp216.667 |
| Rp50.000.000 | Rp4.303.333 | Rp2.216.033 | Rp1.521.097 | Rp1.083.333 |
| Rp100.000.000 | Rp8.606.667 | Rp4.432.067 | Rp3.042.194 | Rp2.166.667 |
Syarat dan Dokumen Pengajuan Pinjaman Usaha
Proses permohonan pendanaan mewajibkan pemohon memenuhi seperangkat persyaratan administratif utama. Evaluasi kelayakan calon debitur berpatokan pada keberlanjutan operasional usaha di lapangan serta kelengkapan identitas diri yang terverifikasi.
- Memiliki usaha produktif dan layak yang telah berjalan aktif minimal selama 6 bulan.
- Melampirkan dokumen identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
- Menyerahkan Surat Izin Usaha atau surat keterangan usaha resmi yang diterbitkan oleh pihak berwenang.
- Tidak sedang menerima fasilitas kredit perbankan komersial serupa untuk modal kerja dari lembaga keuangan lain.
Pengajuan dapat dilakukan secara langsung melalui jaringan unit kantor cabang di seluruh Indonesia atau diakses melalui saluran pendaftaran daring resmi yang disediakan perbankan. Seluruh berkas administrasi yang masuk akan melewati tahap verifikasi dan analisis kelayakan kredit oleh tim analis perbankan sebelum persetujuan pencairan dana diberikan kepada calon debitur.
Informasi syarat dan simulasi cicilan KUR BRI dapat berubah sesuai kebijakan perbankan dan pemerintah. Konsultasikan dengan pihak bank sebelum mengajukan pinjaman.