BMKG Prediksi Puncak El Nino Terjadi Akhir Tahun dengan Dampak pada Anak

Share

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak fenomena El Nino akan terjadi pada Desember 2026 hingga Januari 2027. Prediksi ini disampaikan oleh Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dalam konferensi pers di Jakarta.

Ardhasena menjelaskan bahwa indeks El Nino saat ini telah melewati kategori kuat dengan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik mencapai lebih dari 1,56°C, melebihi ambang batas 1,5°C yang menandai El Nino kuat.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperingatkan dampak El Nino terhadap kesehatan anak-anak yang merupakan kelompok rentan. Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr Darmawan Budi Setyanto, menjelaskan bahwa sistem imun anak-anak belum matang sehingga mereka lebih rentan terkena penyakit.

"Makin besar anaknya, remaja ini tentu sudah mendekati dewasa, sehingga tidak terlalu terdampak. Tapi, makin muda usia, makin rentan," ujar dr Darmawan.

Selain itu, anak-anak dengan usia lebih kecil memiliki laju napas dan metabolisme yang lebih tinggi sehingga berpotensi menghirup lebih banyak polutan dibandingkan orang dewasa.

"Lalu pada anak-anak yang lebih kecil, laju napasnya lebih tinggi, respiratory rate-nya dan juga metabolismenya lebih tinggi, sehingga anak itu menghirup lebih banyak udara dibandingkan rasio-nya dengan berat badannya berpotensi terpajar lebih banyak polutan dibandingkan orang dewasa," tambahnya.

Anak-anak juga belum mampu mengatur suhu tubuh secara efisien sehingga berisiko mengalami dehidrasi dan heatstroke lebih tinggi selama El Nino.

Beberapa masalah kesehatan yang mungkin meningkat selama El Nino meliputi diare, pneumonia, dehidrasi, demam berdarah, dan malaria.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BMKG El Nino kesehatan anak
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author