Dua Rumah Sakit Lapangan Beroperasi Tangani Korban Gempa NTT
Kementerian Kesehatan mengoperasikan dua rumah sakit lapangan untuk menangani penyintas gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 20 Agustus 2026. Fasilitas medis darurat ini difokuskan untuk tindakan medis cidera patah tulang yang mendominasi para korban.
Pengoperasian fasilitas kesehatan darurat tersebut dipusatkan di Rumah Sakit Ruteng dan Rumah Sakit Aeramo Nagekeo guna memperkuat daya tampung puskesmas setempat. Kerusakan infrastruktur akibat gempa juga dilaporkan memperlambat akses mobilitas, termasuk kondisi jembatan penghubung di Flores yang mengalami rusak berat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa fasilitas medis darurat tersebut sudah menjalankan tindakan medis pembedahan bagi para korban gempa di lokasi bencana.
"Itu sudah beroperasi kemarin, dan sudah bisa melakukan operasi, terutama patah tulang karena banyak sekali yang patah tulang di (bagian) sini, (bagian) sini, sekarang sudah beroperasi dua rumah sakit itu," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Layanan di dua rumah sakit lapangan tersebut kini tercatat telah menjangkau puluhan keluarga penanganan cedera fisik. Penyiapan tenda operasi dilakukan untuk mempercepat tindakan medis intensif langsung di lokasi terdampak.
"Kami laporkan ada dua rumah sakit lapangan yang kami kirimkan. Di Rumah Sakit Ruteng karena cukup parah dan hari ini telah melakukan operasi di tenda, termasuk juga di Rumah Sakit Aeramo Nagekeo, kita operasikan hari ini, sudah berjalan. Dua rumah sakit ini membantu puskesmas-puskesmas yang terdampak gempa," kata Sumarjaya, Ketua Satuan Tugas Bencana Kemenkes.
Penanganan medis darurat juga diarahkan ke kawasan yang terisolasi akibat kendala geografis dan kerusakan fasilitas umum. Tim medis gabungan disiagakan untuk menjangkau lokasi puskesmas yang mengalami kerusakan cukup parah.
"Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit. Oleh karena itu kami mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit," tutur Sumarjaya, Ketua Satuan Tugas Bencana Kemenkes.
Pemetaan kawasan terdampak dilakukan bersama Tim Basarnas guna memastikan evakuasi pasien dari Puskesmas Lamba Leda di Kabupaten Manggarai serta Puskesmas Dampek di Manggarai Timur berjalan lancar.