Istana Negara Buka Program Edukasi untuk Siswa dan Santri
Istana Negara membuka program "Istana untuk Anak Sekolah" yang memungkinkan siswa sekolah dan santri pondok pesantren mengunjungi Istana Kepresidenan Jakarta. Program ini bertujuan memberikan edukasi langsung tentang sejarah dan fungsi istana.
Para peserta, termasuk siswa SMAN 46 Jakarta dan santri dari Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo, diajak berkeliling Istana Merdeka dan Istana Negara dengan antusias mendengarkan penjelasan mengenai simbol dan sejarah bangunan tersebut.
Defania, siswi SMAN 46 Jakarta, mengatakan, "Pertama kali banget jujur agak amaze banget pas masuknya, karena keren banget terus kayak mewah banget, apalagi untuk first time aku, jadi kayak lebih feel-nya itu lebih dapet. Terus kita juga banyak belajar di sini tentang sejarah, gimana bisa terjadinya atau dibangunnya Istana Negara, gitu. Jadi aku banyak belajar sih datang ke sini," ujar Defania, dikutip dari situs resmi Seskab, Kamis (30/7/2026).
Pada hari yang sama, puluhan santri dan pengajar dari Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo mengunjungi Istana sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda berwawasan kebangsaan menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Santri diajak melihat langsung simbol kenegaraan dan mendapatkan pemaparan terkait sejarah berdirinya istana serta peran strategisnya dalam pemerintahan Republik Indonesia.
KH. Muhammad Fatwa, pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah, menyatakan, "Kunjungan ini merupakan pengalaman pembelajaran yang sangat berharga. Santri kami tidak hanya mempelajari sistem pemerintahan dan sejarah bangsa melalui buku, tetapi akan menyaksikan secara langsung dinamika kenegaraan. Ini sejalan dengan visi pesantren untuk mencetak generasi yang unggul dalam ilmu keislaman sekaligus berwawasan kebangsaan."
Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah membuka ruang edukasi bagi pelajar dari berbagai daerah untuk menanamkan nilai nasionalisme, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Dengan mengenal sejarah, simbol negara, dan proses pemerintahan secara langsung, pelajar diharapkan tumbuh semangat belajar dan keyakinan untuk berkontribusi pada masa depan Indonesia.