Wanita di Bekasi Jalani Perawatan Akibat Infeksi TB Tulang

Share

Seorang wanita berusia 22 tahun bernama Chahya Rhelany Slamet asal Bekasi, Jawa Barat, harus menjalani perawatan intensif setelah didiagnosis mengidap penyakit tuberkulosis (TB) tulang. Kisah perjuangan pasien tersebut viral di media sosial setelah dibagikan oleh suaminya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, sebagaimana dilansir dari Detik Health.

Suami pasien, Gilang Cahya Nugraha (27), menjelaskan bahwa unggahan tersebut sengaja dibuat agar sang istri mendapatkan dorongan moral selama masa pemulihan. Netizen memberikan banyak respons positif berupa doa dan dukungan untuk kesembuhan istrinya.

"Untuk penyemangat istri saya, di luar sana banyak yang support untuk kesembuhan agar saya bisa kembali bekerja secara normal untuk menghidupi istri dan anak saya yang baru 18 bulan," ungkap Gilang ketika berbincang dengan detikcom beberapa waktu yang lalu.

Penyakit ini pertama kali terdeteksi pada tahun 2025 ketika memasuki momen hari raya lebaran. Awalnya, Chahya mengeluhkan rasa nyeri pada tulang belakang serta kondisi kaki yang melemah, namun pihak keluarga sempat mengira gejala tersebut hanya penyakit biasa hingga membawanya ke pengobatan alternatif.

Kondisi fisik pasien justru semakin memburuk hingga puncaknya terjadi tujuh hari pascalebaran saat ia terjatuh di tempat kerja dan tidak mampu berdiri kembali. Keadaan yang mendesak membuat Gilang langsung melarikan istrinya ke instalasi gawat darurat (IGD) pada pukul 01.00 dini hari.

"Pemeriksaan IGD sudah dilalui, 'pak pasien harus rawat inap ya' ucap dokter di tengah rasa khawatir, sedih, panik, letih semua campur aduk," cerita Gilang lewat salah satu unggahannya.

Selama masa rawat inap, kondisi kesehatan Chahya sempat menurun drastis dengan gejala pembengkakan perut hingga kelumpuhan pada kaki. Infeksi tersebut dilaporkan telah merusak sistem saraf fungsional dan berdampak pada organ dalam lainnya, sehingga pasien sempat memerlukan tindakan cuci darah akibat gagal ginjal.

"Pertanyaan selama ini terjawab, TB tulang, merusuak saraf buang air besar dan kecilnya, serta merusak saraf kakinya, urine yang tidak bisa keluar mengakibatkan gagal ginjal, paru-parunya juga terkena dampak," lanjut Gilang sambil menambahkan istrinya akhirnya harus cuci darah.

Saat ini, kondisi kesehatan pasien dilaporkan telah mengalami kemajuan yang signifikan. Gilang menyatakan bahwa beberapa tindakan medis berat sudah mulai dihentikan seiring dengan respons positif dari tubuh istrinya.

"Kondisi sekarang alhamdulillah membaik, banyak progres positif dan banyak keajaiban yang datang contohnya sudah tidak cuci darah dan sudah lepas kateter untuk buang air kecil," cerita Gilang.

Untuk mengoptimalkan proses pemulihan, pasien saat ini masih dijadwalkan menjalani serangkaian penanganan medis secara berkala. Chahya difokuskan pada beberapa lini perawatan spesifik guna mengembalikan fungsi tubuhnya secara normal.

"Perawatan yang di jalani sekarang, orthopedi, paru paru, dan fisioterapi," tandasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author