Militer AS Bombardir Wilayah Perbatasan Iran dan Irak
Militer Amerika Serikat menggempur kawasan perbatasan Iran dan Irak di wilayah Piranshahr pada Rabu (29/7/2026). Seperti dilansir dari Detikcom, ketegangan ini kembali memanas setelah kedua negara sempat menangguhkan aksi militer selama beberapa hari.
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi aksi pembombardiran yang menargetkan wilayah barat laut negara tersebut.
"Beberapa menit yang lalu, sebuah area di wilayah perbatasan Piranshahr dihantam serangan udara musuh, Amerika," demikian laporan televisi pemerintah Iran.
Laporan terpisah dari kantor berita Fars mengutip pejabat Provinsi Azerbaijan Barat yang menyatakan hantaman rudal jatuh di area tanpa penghuni sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Insiden ini mengakhiri masa tenang relatif di Timur Tengah sejak Jumat (24/7/2026), usai jeda dari eskalasi konflik 13 hari yang dimulai pada 11 Juli lalu.
Di sisi lain, Pusat Komando AS (CENTCOM) mengklaim pihaknya mendeteksi peluncuran rudal balistik oleh pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Selasa (28/7/2026) pukul 17.45 waktu setempat ke arah pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
"Pada pukul 17.45 waktu setempat hari ini (28/7), pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang memiliki pangkalan di Timur Tengah," kata CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X.
CENTCOM menegaskan seluruh proyektil berhasil ditangkis sebelum mencapai target.
"Semua rudal Iran berhasil dicegat," klaim CENTCOM.
Pihak militer IRGC juga memberikan konfirmasi resmi mengenai peluncuran rudal tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa aksi serang balik tersebut merupakan respons langsung atas tindakan agresif yang dilakukan pihak Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Sementara itu, militer Yordania melaporkan bahwa pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan lima rudal balistik yang melintas di wilayahnya pada Rabu (29/7/2026) pagi.
"Pertahanan udara pagi ini menangani lima rudal yang datang dari Iran yang menargetkan wilayah kerajaan," kata juru bicara militer Yordania dalam sebuah pernyataan.
Juru bicara militer Yordania memverifikasi bahwa ancaman udara tersebut dapat ditanggulangi sepenuhnya.
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa rudal-rudal tersebut berhasil "dicegat dan ditembak jatuh".