Kemenkes Rombak Sistem Akreditasi RS dan Efisiensikan Biaya Pengobatan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menekan inflasi biaya kesehatan dan meningkatkan keselamatan pasien dengan menerapkan efisiensi biaya pengobatan serta merombak sistem akreditasi rumah sakit berbasis hasil klinis pada Rabu, 29 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Penghematan anggaran farmasi awal sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun berhasil dicapai Kemenkes melalui pemusatan pengadaan (pool procurement) obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) berbasis data SatuSehat.
"Langkah efisiensi ini akan kami buka juga untuk seluruh RSUD dan rumah sakit swasta agar harga obat dan alat kesehatan di seluruh Indonesia bisa jauh lebih murah," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Sistem penjaminan mutu rumah sakit turut diubah dari evaluasi administrasi lima tahunan menjadi pengukuran real-time berdasarkan tingkat kesembuhan dan keselamatan pasien (survival rate).
"Mutu rumah sakit tidak bisa hanya di atas kertas. Kita akan ukur dari hasil tindakan medisnya," beber Menkes Budi.
Perubahan status akreditasi dapat langsung diberlakukan di tengah jalan bagi rumah sakit yang mencatatkan tingkat kegagalan operasi tinggi demi melindungi keselamatan masyarakat.
"Jika ada rumah sakit yang tingkat kegagalan operasinya tinggi, status akreditasinya bisa langsung kita turunkan di tengah jalan. Ini bentuk perlindungan terhadap keselamatan masyarakat," lanjutnya.
Pemerintah juga berkomitmen mempercepat pencairan klaim BPJS Kesehatan senilai Rp 20 triliun pada Agustus 2026 guna menjaga stabilitas arus kas rumah sakit, mengingat 1.699 rumah sakit swasta (83,7 persen) telah bermitra dengan BPJS Kesehatan.
Selain itu, sebanyak 1.214 RS swasta (71,4 persen) telah memenuhi 12 kriteria Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) dan 1.587 RS swasta telah menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME). Kemenkes juga menetapkan enam RS swasta menjadi bagian dari 54 Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) pada 2026, dengan target 154 RSPPU pada 2030.
"Kolaborasi langsung ini telah berjalan dalam bentuk pengampuan layanan medis canggih. Beberapa di antaranya adalah kerja sama RSUP dr Sardjito dengan RS Royal Mandaya Puri untuk transplantasi ginjal, serta kolaborasi RSCM dengan RS Ciputra Raya Tangerang dan RS Ciputra Citra Garden Citi untuk layanan sel punca (stem cell)," jelasnya.