Gubernur Banten Peringatkan Ancaman Kekeringan dan Potensi Kemarau Panjang

Share

Gubernur Banten Andra Soni memperingatkan ancaman musim kemarau panjang serta potensi kekeringan luas di wilayahnya, dilansir dari Detikcom. Pemprov Banten menginstruksikan seluruh jajaran untuk menyiapkan langkah strategis demi menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Prediksi cuaca menunjukkan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih lama dan berpotensi memicu krisis air di Banten. Pemerintah provinsi berkomitmen memastikan ketersediaan pasokan air harian warga tetap terpenuhi selama periode kekeringan.

"Agar masyarakat mendapatkan air bersih," ujar Andra Soni, Gubernur Banten.

Pemerintah Provinsi Banten saat ini sedang mengkaji aspek teknis guna mengukur kedalaman sumber air bersama, dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan pemerintah kota setempat.

"Termasuk juga pemerintah daerah yang melakukan itu secara bersama-sama," ujar Andra Soni, Gubernur Banten.

Sebagai langkah awal, bantuan sebanyak lima tangki air berkapasitas masing-masing 4.000 liter telah disalurkan kepada 854 kepala keluarga di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Banten juga telah menerjunkan tim kajian teknis ke beberapa titik daerah.

"Setelah kajian teknisnya keluar, baru kita akan menyerahkannya ke Dinas PUPR untuk pekerjaan teknis fisiknya," kata Ari James Faraddy, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Banten.

Berdasarkan pemetaan pemprov, terdapat 105 kecamatan atau 415 desa dan kelurahan yang berpotensi terdampak kekeringan di Banten. Hingga saat ini, BPBD Banten telah mendistribusikan pasokan air bersih ke 139 desa dan kelurahan.

"Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan air bersih, silakan menghubungi kantor BPBD setempat atau ke BPBD Provinsi pada nomor 085117814505," kata Lutfi Mujahidin, Kepala Pelaksana BPBD Banten.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: air bersih Banten Kekeringan
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author